Home / Populer / Ini dia alasan Anas menolak diperiksa Penyidik KPK

Ini dia alasan Anas menolak diperiksa Penyidik KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

Moral-politik.com : Sudah bisa ditebak dari jauh-jauh hari bahwa ketika berhadapan dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anas bisa bungkam.

Analisis itu beranjak dari bantahan-bantahan Anas bahwa dirinya tidak seperti yang dipersangkakan KPK terhadapnya, dan apa sesungguhnya alasan lain-lain untuk dirinya diperiksa itu.

Tersangka Anas Urbaningrum menolak menjawab pertanyaan penyidik saat diperiksa perdana pasca-penahanan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (17/1/2014), lansir Tribunnews.com.

Rencananya, penyidik akan memeriksa Anas sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan lainnya. “Tadi ngomong saja, ngobrol saja, tidak ada BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” ujar ketua tim kuasa hukum, Adnan Buyung Nasution, usai mendampingi Anas.

Menurut Adnan, penolakan pemeriksaan ini dikarenakan penyidik KPK tidak bisa menjelaskan dan tidak mengubah sangkaan gratifikasi proyek-proyek lainnya.

Ia menegaskan, seharusnya penyidik KPK selaku penegak hukum bisa memberikan sangkaan atau tuduhan yang jelas bila hendak memeriksa seorang tersangka. Dan hal itu harus dilakukan pihak KPK sebagai bagian penghormatan hukum dan hak asasi seseorang meski Anas berstatus tersangka.

“Tidak hanya ditulis untuk proyek Hambalang dan proyek lain-lainnya. Saya menolak itu,” tegas Buyung.

“Ketika pemeriksaan di atas begitu gelar perkaranya, yah laporlah ke atas. Kami minta dirubah ini, proyek apa, tuduhan apa? Kalau tidak bisa diubah lagi, tambah saja, proyek Hambalang dan proyek apa, misal proyek Angie, lalu apa lagi. Lalu serahkan dan paraf, dan saya paraf juga,” imbuhnya.

Ketika penyidik KPK tidak mau merubah sangkaan terhadap Anas, Adnan dan tim kuasa hukum juga menolak pemeriksaan Anas dilaksanakan.

“Mereka tidak mau berubah, saya juga tidak mau menjawab apapun juga. Dan saya larang Anas, jangan jawab satu katapun. Saya menantang, langsung ke sidang saja, kalau begini caranya,” kata Adnan.

Baca Juga :  Mantan Dirut Bank NTT buka-bukaan soal Dirut Bank NTT kini...

“Kalau KPK tetap mau melanggar hukum, tidak menghormati hak asasi orang, kami tidak usah layani,” imbuhnya.

Adnan menolak bila ‘boikot’ pemeriksaan Anas ini dinilai sikap tidak kooperatif.

“Kooperatif bukan berarti harus tunduk, diperlakukan sewenang-wenang. Kalau diartikan seperti begittu, saudara juga salah. Saya minta setiap warga negara sadar hak asasinya, martabat kemanusiaannya, jangan mau,” ujarnya.

Saya begitu sudah dari tahun 70-an sampai sekarang. Mendirikan LBH juga begitu, menyadarkan rakyat Indonesia, pertahankan hak dan martabatnya kalian! Jangan mau semaunya orang deperiksa. Klalau seperti itu, negara sewenang-wenang terus,” tambahnya.

Setuju, apa pun permasalahannya HAM harus dijung tinggi…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button