Home / Populer / Ini dia bantahan Anas terhadap dakwaan Jaksa KPK

Ini dia bantahan Anas terhadap dakwaan Jaksa KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

 

Moral-politik.com : Tersangka kasus korupsi Hambalang dan lain-lain, Anas Urbaningrum yang Selasa (21/1/2014) dihadapkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor menunjukkan identitas, integritas, dan kapabilitasnya.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, menampik seluruh tudingan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang dicantumkan dalam dakwaan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar. Dia menyangkal tiga peristiwa yang diduga dia terlibat di dalamnya.

Hal yang pertama, Anas menampik pernah meminta bantuan Anggota Komisi II fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, mengurus sertifikat hak pakai tanah proyek Hambalang melalui Kepala Badan Pertanahan Nasional saat itu, Joyo Winoto. Menurut dia, justru mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang melakukan perjanjian terselubung dengan Ignatius, pada akhir 2009. Anas menyatakan, saat itu Nazaruddin mengundang Ignatius yang akan memaparkan soal program kerja Badan Legislasi.

“Yang saya ingat, saya dengar, di tengah itu saudara Nazaruddin bilang, saya agak lupa, kira-kira persisnya begini. ‘Pak Mulyono, ada urusan Kemenpora di BPN, tolong dibantu.’ Itu adalah pembicaraan Nazaruddin kepada pak Ignatius Mulyono. Saya tidak tahu konteks persisnya karena tidak disebut juga sertifikat, atau tanah, atau Hambalang sama sekali tidak disebut,” kata Anas saat bersaksi dalam sidang Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (21/1), lansir Merdeka.com.

Menurut Anas, setelah pertemuan itu, Nazaruddin dan Ignatius pergi. Selepas itu, dia mengaku tidak tahu apa yang dibicarakan keduanya.

“Jadi tidak ada pembicaraan Pak Ignatius tentang tanah, tentang sertifikat, tentang yang lain-lain,” ujar Anas.

Anas juga menampik tudingan soal penerimaan uang sejumlah Rp 2,21 miliar dari PT Adhi Karya, sebagai komisi proyek Hambalang. Dia menampik hal itu saat ditanya oleh Anggota Majelis Hakim Purwono Edi Santoso.

Baca Juga :  Banjir rendam 2 kecamatan di Pinrang, akhirnya 1.000 KK terisolasi

“Saya tidak pernah tahu, saya tidak pernah meminta, dan saya tidak pernah menerima ,” jawab Anas.

Sementara itu, kepada Jaksa Kiki Ahmad Yani, Anas mengaku pertama kali dan terakhir bertemu dengan Joyo Winoto enam tahun silam. Yakni pada sebuah acara di Istana Cipanas, Jawa Barat.

“2008 saya ingat pernah bertemu dengan Pak Joyo di Istana Cipanas. Waktu itu diundang Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) membicarakan persiapan 2009. Untuk pemilu,” sambung Anas.

Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Indonesia itu juga menyangkal tuduhan jaksa soal pernah meminta Nazaruddin dan Grup Permai beserta PT Duta Graha Indah mundur dari proyek Hambalang. Dia juga menampik pernah meminta PT Adhi Karya mengganti semua uang yang sudah digelontorkan oleh Nazaruddin buat menggaet proyek bernilai Rp 2,5 triliun itu.

“Sama sekali tidak pernah. Urusan proyek Hambalang saja saya tidak pernah dapat cerita, tidak tahu. Bagaimana saya meminta Nazaruddin dan PT DGI mundur dan urusan lain-lain,” tandas Anas.

Anas juga menampik pernah menerima fasilitas tertentu dari pegawai Adhi Karya, Indrajaya Manoppol, dan kader Partai Demokrat, Munadi Herlambang, beserta ayahnya, Muchayat. Yakni pemberian telepon seluler BlackBerry, akomodasi, serta uang jalan buat para pendukung Anas saat Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010.

“Karena saya tidak tahu, saya tidak pernah,” ujar Anas. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button