Home / Populer / Ini pernyataan sikap warga TTU kepada Dandim 1618

Ini pernyataan sikap warga TTU kepada Dandim 1618

Bagikan Halaman ini

Share Button

6/3/2013 3:27 PM

                                                                                ilustrasi kegiatan dandim

Moral-politik.com : Masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Forum Rakyat TTU (For TTU) siang tadi, Jumad (10/1/2014) mengecem keras sikap Komandan Distrik  Militer 1618 TTU Letkol Eusebio Hornay Rebelo, yang menghadang Bupati TTU Raymundus Fernades saat dalam perjalanan pulang dari Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Dalam tuntutan ribuan masyarakat yang memadati Jalan El Tari Kefamenanu itu, mengecam keras tindakan Dandim 1618 TTU yang menghadang bupati dan rombongan di kelurahan Sasi, saat Bupati TTU pulang dari kebun contoh program Padat Karya Pangan (PKP).

“Dandim juga mengklaim lahan masyarakat dalam program PKP untuk menanam kelor,” tutur koordinator lapangan, Dolvianus Kolo.

Selain itu disebut Dolvianus Kolo, Dandim 1618 TTU yang mengancam seluruh anggota DPRD TTU untuk tidak mengikuti sidang pembahasan APBD TTU tahun anggaran 2014, yang dianggap sangat merugikan masyarakat TTU dan menghambat proses pembangunan di Kabupaten TTU.

Dandim 1618 TTU juga mengintervensi proses hukum di Kabupaten TTU sehingga proses hukum yang sedang berkembang di Kabupaten TTU sangat tendensius, dan lebih mementingkan kepentingan Dandim 1618 TTU dan kelompoknya.

Dalam pernyataannya Kolo mengatakan, hal ini terlihat dari pengawalan kantor kejaksaan yang sebenarnya menjadi tugas kepolisian kemudian dikawal oleh anggota Kodim 1618 TTU.

“Ada apa sebenarnya?,” kata Kolo mempertanyankan tindakan itu.

Dandim 1618 TTU diindikasikan terlibat aktif berpolitik praktis. Dandim 1618 TTU bertindak kurang etis terhadap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten TTU yaitu menghujat, mengancam dengan kata-kata yang tidak sopan. Dandim 1618 TTU disebut Kolo, melakukan tindakan intimidasi yaitu dengan mengirimi uang senilai 100.000 kepada Kepala Dinas Sosial dengan dalil uang tersebut digunakan untuk membeli bendera Merah Putih.

Baca Juga :  Mengapa hari ini Bareskrim tak jadi periksa Akil?

“Dandim 1618 TTU menyebarkan isu yang bersifat provokatif yang menyesatkan, yaitu pemerintah pusat sudah tidak percaya kepada pemerintah daerah Kabupaten TTU. Padahal, pemerintah daerah Kabupaten TTU selalu berkoordinasi dengan Provinsi NTT. Untuk memperkuat isu-isu yang mendasar, dandim TTU menyebarkan informasi bahwa pemerintah pusat mempercayai Dandim untuk mengelola dana-dana yang bersifat skala nasional, padahal dana-dana tersebut sesungguhnya merupakan salah satu program pemerintah pusat melalui Kementrian Sekretariat Negara untuk kegiatan peningkatan ekonomi penduduk di wilayah TTU,” jelas Dolvianus Kolo.

Selain itu, dalam Surat Pernyataan Sikap For TTU, Kolo meminta agar Dandim sebagai Angota TNI konsisten menjalankan TUPOKSI-nya sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004.

Disebutkan pula bahwa beberapa kronologis peristiwa yang mengindikasikan Dandim 1618 TTU sangat jauh memasuki ruang sipil yaitu, mengumumkan status tersangka sebelum ada penetapan status resmi dari Kejari TTU, dan mengawal tersangka seolah-olah TNI adalah Jubir dan Walprinya Kejari.

Menurutnya, ada pula tindakan pemaksaan dalam perluasan area pertanian masyarakat di Kelurahan Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, yang dianggap merugikan masyarakat pemilik lahan. Menyerobot lahan PKP untuk tanam merungga/kelor. Mengklaim program Gubernur NTT dan Bupati TTU tidak tepat dan tidak berhasil.

Pernyataan tersebut disampaikan di Polres Kabupaten TTU di hadapan Kasie Intel Korem Wiraksati 161 Kupang Letkol Infantri Hotman Hutapea, dan Kapolres TTU,I GD Mega Suparwadi.

Sesuai rencana massa, setelah tiba di Kejari TTU, akan melanjutkan orasi menuju Kantor Kodim TTU, tetapi pada akhirnya Dandim tidak menghendaki kedatangan massa dengan memerintahkan salah satu anggotanya agar pembacaan dan penyerahan pernyataan sikap dilakukan di Jalan El Tari Kefamenanu.

Namun dari negosiasi yang dilakukan koordinator lapangan dan pihak kepolisian serta Kasdim 1618 TTU Sugeng, bersepakat untuk membacakan dan menyerahkan pernyataan sikap kepada Dandim di Polres TTU. (nyongky)

Baca Juga :  Pemerintah Korsel bantu 2 Pesawat Militer cari MAS MH370

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button