Home / Populer / Isidorus pertanyakan keterlibatan 2 Anggota DPR-RI di MK

Isidorus pertanyakan keterlibatan 2 Anggota DPR-RI di MK

Bagikan Halaman ini

Share Button

29

 

 

Moral-politik.com : Isidorus Lilijawa, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang kepada Moral-politik.com, Sabtu (26/1/2014) mengatakan, dirinya mempertanyakan keterlibatan dua orang anggota DPR-RI yakni SN dan HH dalam kasus suap Pilgub NTT kepada mantan ketua MK Akil Mocthar untuk memenangkan Paket Frenly.

“Saya mempertanyakan keterlibatan dua anggota DPR-RI, SN dan HH dalam kasus suap di MK sesuai pengakuan Akil Mocthar mantan ketua MK dalam Pilgub NTT 2013 lalu,” sesalnya.

Dirinya berpikir, kata dia, kasus penyuapan yang terjadi dalam kubu MK sendiri untuk memenangkan Paket Frenly dalam Pilgub NTT 2013 lalu itu merupakan suatu permainan politik uang yang merusak demokrasi Indonesia, yang telah dianut selama ini oleh masyarakat Indonesia.

“Seharusnya politik uang itu tidak perlu terjadi dalam pesta demokrasi. Harus mengakui kekalahan dan kemenangan seseorang atau paket lain, jangan merusak citra demokrasi dengan politik uang,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, keberanian KPK sedang diuji dengan masalah yang sedang terjadi sesuai pengakuan mantan Ketua MK Akil Mocthar yang mengatakan bahwa dirinya menerima suap senilai Rp 24 M untuk memenangkan Paket Frenly dalam Pilgub NTT 2013 lalu, yang dilakukan oleh dua anggota DPR-RI itu.

Jika itu benar, paparnya, KPK harus bekerja secepat mungkin dan mengejar pengakuan Akil Mocthar yang menerima suap dari dua anggota DPR-RI senilai Rp 24 M itu untuk memenangkan Paket Frenly dalam Pilgub NTT 2013 lalu.

“KPK secepatnya mendalami pernyataan Akil mengenai menerima suap Rp 24 M dari dua anggota DPR -RI untuk memenangkan Paket Frenly pada Pilgub NTT 2013 lalu,” pintanya.

Seharusnya, katanya, proses Pilgub NTT 2013 lalu itu harus bersih dan transparan, namun justru dengan peristiwa itu sudah menodai citra politik di Indonesia, yang mana tidak mau menerima kekalahan dan kemenangan seseorang sehingga melakukan cara-cara licik untuk menang dalam Pilgub NTT 2013 lalu. (richo)

Baca Juga :  Dishub Kota Kupang Batasi Keluar Masuk Angkutan Pick Up

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button