Home / Populer / Jakarta kota hujan lalu banjir. Apa kata Jokowi?

Jakarta kota hujan lalu banjir. Apa kata Jokowi?

Bagikan Halaman ini

Share Button

26

 

 

Moral-politik.com : Salah Bunda mengandung ataukah salah gubernur terdahulu-terdahulu yang memimpin DKI Jakarta sehingga apabila Jakarta diguyur hujan di atas satu jam langsung banjir?

Ataukah kita persalahkan VOC dan Kolonialisme Belanda yang dulu mengatakan bahwa “Jakarta” adalah Kota Parit?

Dari tahun ke tahun permasalahannya sama padahal guyuran dana baik APBN, APBNP, dan APBD yang jumlahnya aduhai tapi bajir malah semakin menjadi-jadi.

Walikota Solo bernama Joko Widodo (Jokowi) yang datang untuk bertarung menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta mengumbar janji menyelesaikan masalah banjir. Maka rakyat Jakarta yang sudah frustrasi menghadapi banjir dari tahun ke tahun seolah-olah kedatangan “dewa penyelamat”.

Ditengah-tengah maraknya suara-suara yang menginginkan Megawati menetapkan Jokowi sebagai Capres dari PDIP, hujan itu datang terus-menerus dan banjir pun tak mau kalah gegap-gempitanya.

Hujan lalu banjir adalah ujian berat buat Jokowi untuk dikatakan sukses pimpin DKI Jakarta, dan oleh karena itu layak ditetapkan sebagai Capres, kendati baru setahun memimpin Ibukota Republik Indonesia itu.

24

Untuk menjadi catatan, hari ini Minggu (12/1/2013) siang, hujan turun sepanjang hari, mengakibatkan ketinggian mata air di sejumlah pintu air mulai naik.

Bahkan, sampai Minggu sore sekira pukul 16.00 WIB, sejumlah kawasan di sisi Kali Ciliwung juga sudah mulai terendam banjir.

Air luapan Kali Ciliwung sudah mulai memasuki pemukiman warga di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur dan kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selain itu, banjir juga mengancaman pemukiman warga di sisi Kali Ciliwing di kawasan Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Melansir Kompas.com, Lurah Manggarai Nugraharyadi, mengatakan sampai Minggu sore ini ketinggian pintu air Manggarai sekitar 780 cm dengan status 3.
27
Menurutnya air belum masuk ke pemukiman warga. “Namun sudah dekat sekali dengan pemukiman warga yang terdekat dengan sisi Kali Ciliwung. Air sudah naik dari bibir kali. Kami sudah bersiap menghadapi kemungkinan air datang dan semakin naik,” katanya kepada Warta Kota, Minggu sore.

Baca Juga :  Artis Rya Fitria, IIs Dahlia,Evie Tamala diduga terima dana dari Akil

Nugraharyadi memperkirakan air kiriman dari Bogor dan Depok akan sampai di Jakarta sekira pukul 22.00 atau pukul 23.00 malam. “Warga yang tinggal di sisi Kali Ciliwung sudah bersiap menghadapi air masuk ke pemukiman,” katanya.

Menurutnya ada 2 RW di Kelurahan Manggarai, yang terdekat dengan sisi Kali Ciliwung akan terancam banjir akibat meluapnya Kali Ciliwinh ini.

“RW 1 dan RW 10, paling dekat dengan bibir kali. Terutama RT 9 di RW 1 dan RT 2 di RW 10,” paparnya.
25
Ia mengatakan walau warga sudah mengetahui kemungkinan air masuk ke pemukiman Minggu malam nanti, tidak ada warga yang mengungsi atau dievakuasi. “Warga sudah biasa menghadapi ini. Namun kami tetap siagakan sejumlah bahan makanan dan perahu karet untuk mengantisipasinya,” kata Nugrahayardi.

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ketinggian pintu air di sejumlah pintu air sampai Minggu (12/01/2014) Pukul 15.00 adalah Katulampa 130 cm/H (siaga 3); Pesanggrahan 135 cm/H (siaga 4); Angke Hulu 220 cm/M (siaga 3); Cipinang Hulu 145 cm/M (siaga 4); Sunter Hulu 120cm/H (SIaga4); Pulogadung 495 cm/M (siaga 4); Depok 190 cm/G (siaga 4); Manggarai 780 cm/H (siaga 3); Karet 530 cm/M (siaga 4); Waduk Pluit -170 cm/G; Pasar Ikan 148 cm/G (siaga 4); Krukut Hulu 150 cm/M (siaga 3).

Nah, ini baru hujan sekira paruh hari. Bagaimana jadinya jika hujan hingga sehari? Jangan ditanya lagi jika hujan hingga dua hari….

Maka wajar jika Jokowi mulai menuturkan bahwa dirinya baru setahun urus ‘manajemen banjir’, yang sudah 20 tahun itu bikin apa saja? (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button