Home / Sport / Jalan di belakang kantor Bupati TTU rusak parah

Jalan di belakang kantor Bupati TTU rusak parah

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

                                                                                           ilustrasi jalan di ttu

Moral-politik.com : Bukan hanya kondisi jalan di area perkampungan yang rusak parah, tapi sejumlah titik di seputaran kota Kefamenanu juga sama mengalami kerusakan parah. Terbukti di belakang kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, tepatnya jalan Sisinga Mangaraja, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sangat memrihatinkan.

Sehingga tidak heran membuat sebagian besar warga pengguna jalan megaku kesal dan kecewa berat. Apalagi jalan raya tersebut persis berada di belakang kantor Bupati TTU.

Tak puas sejumlah warga Kelurahan Benpasi, angkat bicara. Melkiades Tasi kepada Moral-politik.com, Selasa (07/1/2014) menuturkan, jalan yang rusak ini terakhir diperbaiki sejak tahun 1992, namun hingga kini belum mendapat perhatian. Sehingga nampak jalan dipenuhi kubangan karena kondisi batunya sudah terlepas dari gumpalan aspal.

“Kita heran  jalan ini berada persis di belakang pagar kantor bupati TTU, tapi kondisinya rusak berat, Kalau hujan turun aspalnya selalu terkikis sehingga jalannya hanya separuh saja yang tidak lubang,” ungkap Melkiades.

Menurut Melkiades, di sepanjang jalan Sisinga Mangaraja Benpasi, pasar baru hingga terminal Kota Kefamenanu, kerusakannya hampir sama yakni  berlubang sehingga Nampak hanya jalan tanah.  Padahal titik jalur lalu lintas kendaraan sangat ramai karena menuju pasar dan terminal.

Hal serupa disampaikan Yohanes Bansae. Dia mengaku setiap tahun ada anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan nilainya cukup besar tapi tidak ada pemerataan di semua lokasi. Menurut Bansae TTU merupakan daerah perbatasan dengan Timor Leste sehingga mendapat prioritas pembangunan dari pemerintah pusat.

“Setiap tahun pemerintah pusat merealisasikan dana ratusan miliar tapi sangat aneh pembangunan infrastruktur justru tidak diperhatikan,” jelas Yohanes.

Dia menduga anggaran sebanyak itu dikorupsi oleh pihak tertentu karena banyak pembangunan yang tidak jalan. Bahkan jalan yang sudah dibangun tapi hanya di daerah tertentu saja, sementara daerah lainnya sama sekali tak tersentuh.

Baca Juga :  Fungsi Dispenda Harus Ditingkatkan

Yohanes berharap pemerintah daerah melalui bagian perencanaan bisa bekerja maksimal dan melakukan perencanaan yang detail sehingga semua pembangunan di setiap pelosok bisa berjalan seimbang. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button