Home / Sport / Jalan Kaenbaun di TTU rusak parah

Jalan Kaenbaun di TTU rusak parah

Bagikan Halaman ini

Share Button

jalan rusak(1)

Moral-politik.com : Desa Kaenbaun, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), termasuk salah satu desa berproduksi buah nenas. Terbukti setiap petani bisa memiliki satu hingga dua hektar lahan nenas.

Tapi sabar dulu, hasil panen warga sulit diangkut ke luar daerah untuk dipasarkan lantaran sulit dijangkau kendaraan karena kondisi jalannya rusak parah. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh terhadap harga pasaran karena diangkut dalam jumlah terbatas yakni hanya bisa diangkut menggunakan jasa kendaraan motor ojek.

Pantauan wartawan, Kamis (2/1) di sepanjang jalan dari pertigaan cabang menuju perkampungan Kaenbaun, mau dibilang sangat menyedihkan, kendati ruas jalan tanah cuma tiga KM tapi kondisi jalan cukup merepotkan kendaraan yang melintas.

Kondisi ruas jalan sudah bertahun-tahun hingga saat ini belum juga ditingkatkan menjadi jalan sertu. Nampak bongkahan batu besar dan kubangan menghiasi jalan tersebut, apalagi tidak memiliki saluran air sehingga badan jalan berubah jadi saluran air.

Mau dibilang, kampung yang tidak jauh dari jalan umum pantai utara jalur Amol-Wini panjang volumenya tidak jauh dari jalan umum, tapi sejak dulu hingga sekarang tidak satupun bus atau mikrolet umum yang memiliki trayek tetap untuk masuk ke kampong tersebut untuk mengangkut penumpang ataupun hasil bumi warga. Ketika musim panen warga terpaksa menumpang motor ojek membawa panen seadanya untuk dijual ke kota Kefamenanu.

Sejumlah warga mengaku kesal lantaran sudah berulangkali menyampaikan permohonan proposal ke Kabupaten tapi belum juga diperhatikan, mau dibilang pemerintah terkesan seolah tutup mata atas keluhan warga apalagi sudah disampaikan berulangkali pada setiap kesempatan. Bahkan setiap kunjungan pejabat Kabupaten ataupun Propinsi, sudah disampaikan warga sayangnya tanggapan orang besar dianggap biasa-biasanya.

Baca Juga :  PT Flobamor Operasikan KMP Sirung

“Kita sudah sampaikan ke kabupaten bahkan saat dialog dengan para pejabat yang berkunjung ke sini, tapi jawabannya hanya janji saja katanya mau diperbaiki tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya,” kritik Richard Socrates Foni, warga setempat.

Dia menilai warga menjadi korban tipuan janji para elit pejabat yang sudah berkunjung kewilayah Kaenbaun.

Terbukti setiap hajatan kampanye pemilu ataupun pilkada Bupati dan Gubernur yang didapatkan hanya sekedar umbaran janji, bahkan sudah terpilih pun tidak ada realisasinyauntuk memperbaiki kondisi jalan. Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan jalan tersebut sehingga kendaraan umum bisa melintas mengangkut hasil bumi warga.

“Kami harap dengan potensi alam yang kami miliki, pemerintah dapat memperhatinkan kami untuk memperbaiki jalan menuju desa kami. Kami tidak minta lain-lain tolong perhatikan saja jalan kami,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Yuven Abi. Dia mengaku akibat ruas jalan yang tidak mendukung sehingga tidak ada kendaraan umum yang masuk. Warga terpaksa hanya bisa menumpang kendaraan motor ojek ke kota untuk memasarkan hasil panennya dalam jumlah terbatas. Sehingga tidak heran hasil buah nenas yang jumlah puluhan ton dibiarkan begitu saja untuk tidak dipanen.

Dia mengaku para pelintas kendaraan tentu ekstra hati-hati sebab kondisinya sangat parah dan kondisi jalan tanah sudah puluhan tahun warga menanti peningkatan jalan yang layak seperti dikampung lainnya.

“Karena kondisi jalan rusak, maka tidak ada mobil yang masuk kesini. Kita harus hati-hati saat melintas,kalau tidak bisa celaka. Mestinya pemerintah harus perhatikan ada desa yang sudah jalannya berulang kali diperbaiki tapi ini kampong kondisinya jalan tanah sampai sekarang,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button