Home / Populer / Jangan samakan Jokowi dengan Bandung Bondowoso

Jangan samakan Jokowi dengan Bandung Bondowoso

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

Moral-politik.com : Entah bersungguh-sungguh atau kesempatan untuk menghajar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), sehingga permasalahan banjir yang berlansung hampir dua minggu ini dilimpahkan kesalahannya kepada Jokowi yang baru saja genap setahun memimpin Ibukota NKRI ini.

Bagi kalangan rasional yang berpikir logis ilmiah, mereka tidak menggunakan permasalahan banjir sebagai kesempatan membunuh lawan politik, karena menang 2014 ini tahun politik.

Supriyanto, salah satu penggagas Seknas Jokowi menuturkan bahwa Jokowi bukanlah Bandung Bondowoso, tokoh pewayangan yang disebut sanggup membangun seribu candi dalam semalam.

“Kejadian bencana banjir dijadikan lawan politiknya Jokowi untuk menjadikan gubernur DKI itu bukan siapa-siapa,” kata Supriyanto, salah satu penggagas Seknas Jokowi, Senin (20/1/2014). Dia pun menyinggung lembaga survei yang menempatkan elektabilitas Jokowi pada peringkat ketiga begitu banjir melanda Jakarta, lansir Kompas.com.

2

Menurut Supriyanto, lawan politik Jokowi tak pernah melihat bahwa sebelum kepemimpinan Jokowi kondisi banjir di Jakarta lebih parah. Dia pun menegaskan saat ini Jokowi baru pada tahap menata. “Ada proses dan bukti nyata perbaikan oleh Jokowi,” sebut dia.

Supriyanto pun menyebutkan adanya penambahan ruang terbuka hijau pada dua tahun masa kepemimpinan Jokowi. “Dari 9 persen menjadi 25 persen, mendekati batas ideal 30 persen,” sebut dia.

Lalu, lanjut Supriyanto, daerah tangkapan air juga bertambah berupa sungai, kanal, dan waduk, dari 4 persen menjadi 8 persen. “Jokowi bukan Bandung Bondowoso yang mampu membangun candi dalam semalam atau mengubah DKI dalam satu hari,” tegas dia.

Supriyanto mengatakan pula bahwa tahun ini banjir belum akan hilang dari Jakarta. Bagaimanapun, ujar dia, kehancuran Jakarta sudah dimulai sejak 1980-an. Namun, dia menyatakan titik banjir di Jakarta sudah jauh berkurang. “Sekarang ada 35 titik, sebelum Jokowi ada 75 dan 63 titik.” (erny)

Baca Juga :  Malam Natal di Kota Kupang, warga menyalakan lilin di pekuburan keluarga (1)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button