Home / Sains / Jeffrey M. Karp temukan lem perekat jantung

Jeffrey M. Karp temukan lem perekat jantung

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

 

Moral-politik.com : Para ilmuan dunia tak henti-hentinya berupaya untuk menemukan metode jahitan yang paling tak mengandung resiko ketika melakukan operasi jantung.

Hal itu dipicu penyebab bahwa setiap kali melakukan operasi jantung bisa mendampak pada komplikasi, dan itu membuat pasien merasa ditipu.

Namun kini ada penemuan oleh Jeffrey M. Karp, seorang asisten profesor di Fakultas Kedokteran Havard serta ahli bedah jantung Rumah Sakit Boston Dr. Pedro del Nico, yang bisa membalik kenyataan itu. Keduanya menemukan lem perekat khusus jantung yang kekuatannya setara jahitan.

“Dalam setiap operasi jantung, setiap kali jarum jahit menusuk, jaringan kulitnya harus terus diluruskan agar tidak terjadi kesalahan dan komplikasi,” papar Karp dilansir Live Science. Sementara Dr. del Nico menjelaskan metoda perekat lainnya, yakni staple, menimbulkan resiko komplikasi yang lebih tinggi karena ujung-ujung staple, yang terbuat dari logam, harus dibengkokkan dan dikunci di tempat. “Staple bisa jadi lebih merusak dari jarum karena terbuat dari logam dan harus dibiarkan beberapa saat sebelum jaringan kembali merapat,” terang Dr. del Nico, lansir Viva.co.id.

Guna mengatasi hal tersebut Karp dan Dr. del Nico berinovasi dengan perekat polimer antiair yang bisa cepat mengering serta menciptakan lapisan penguat tanpa membebani kerja jantung setelah operasi. Lem tersebut juga diklaim bisa tahan terhadap tekanan dari otot jantung yang terus menerus berdetak. Selain untuk jantung, lem ini juga bisa digunakan untuk merekatkan jaringan pada usus atau pembuluh darah.

Penemuan lem perekat khusus jantung ini telah dipublikasikan di jurnal Science Translational Medicine.

Karp dan Dr. del Nico juga memastikan bahwa lem tersebut tidak berbahaya bagi tubuh. Aplikasinya pun sangat mudah. Dokter bisa mengaplikasikan lem yang punya kekentalan seperti madu, di daerah yang membutuhkan jahitan, kemudian menjepitnya selama beberapa detik, hingga lem mengeras. Setelah mengeras, molekul lem akan masuk dalam lapisan kolagen pada jaringan organ kemudian membentuk pelapis yang akan mencegah kebocoran. Untuk memperkuat lapisan, dokter kemudian akan “mengeringkan” lem dengan sinar ultraviolet, yang sekaligus memicu molekul lem untuk bergabung dengan lapisan kolagen jaringan.

Baca Juga :  Kisah tentang Netizen Indonesia...

Lem ini memang belum diujicobakan pada manusia. Namun pada tikus dan babi, lem jantung tersebut bekerja dengan sempurna. Karp dan Dr. del Nico sukses menyambung arteri karotid, yang menghubungkan jantung dan pembuluh darah utama, pada tikus tanpa kebocoran dan tikus kembali sehat.

Karp dan Dr. de Nico mengharapkan lem jantung tersebut sudah mulai dipasarkan di Eropa pada 2015 dengan menggandeng perusahaan farmasi, Gecko Biomedical. “Kami mengharapkan hadirnya lem perekat ini bisa meminimalisasi resiko pada bedah jantung ataupun bedah organ internal lainnya,” pungkas Karp.

Kapan ya bisa dipasarkan di Indonesia, lalu di Provinsi Nusa Tenggara Timur? (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button