Home / Populer / Jokowi berang, 4 petugas Transjakarta cabuli penumpang

Jokowi berang, 4 petugas Transjakarta cabuli penumpang

Bagikan Halaman ini

Share Button

18

                                                                                                     ilustrasi

Moral-politik.com : Siapa yang tak kesal atau berang jika sedang mengatasi banjir di DKI Jakarta lalu tiba-tiba muncul masalah sepele yang mestinya bisa dikendalikan diri?

Dilaporkan bahwa 4 petugas keamanan bus Transjakarta telah mencabuli seorang penumpang berinisial YF di ruang genset halte Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 22 Januari kemarin.

Ketika persoalan ini dikonfirmasi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, ia mengaku prihatin dan tak habis pikir terkait tindakan 4 petugas keamanan bus Transjakarta itu. Jokowi menilai, perbuatan petugas yang semestinya melayani penumpang dengan baik justru sebaliknya melakukan tindakan yang tidak bisa ditolelir.

Jokowi menagaskan bahwa urusannya ya sudah, kalau yang menyangkut kriminal, itu jelas dengan polisi.

Terkait pengamanan di setiap halte, tegas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (23/1/2014), lansir Liputan6.com, Jokowi memastikan tidak ada masalah. Sebab, setiap halte dan di dalam bus Transjakarta telah dijaga petugas. Selain itu, tiap bus juga telah dilakukan pengaturan pemisahan ruang bagi penumpang perempuan dan penumpang pria.

“Ya kamu pernah ndak ke halte busway? Lihat di sana ada yang jaga apa ndak? Di situ dijaga, tapi kan kalau soal yang itu lain lagi,” kata Jokowi.

Ia pun geram, lantaran tindakan tak terpuji tersebut justru dilakukan petugas bus Transjakarta yang semestinya memberi rasa aman para penumpang, bukan justru mencelakai penumpang. “Ya kondisinya kita tahu semua, memang berdesak-desakan. Tapi kalau ada tindakan seperti itu (tindak asusila), namanya sih itu penyakit, ” tegas Jokowi.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa 21 Januari 2014 sekitar pukul 16.00 WIB. YF yang berniat bekerja di kawasan Pluit itu naik bus Transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni dari Halte Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

Baca Juga :  Ajang Oscar bermandikan gaun-gaun bergaya klasik

Namun, baru sampai Halte Atrium Senen, YF tiba-tiba pingsan akibat penyakit asma yang dideritanya kambuh. Petugas baru menurunkan YF di Halte Harmoni agar mendapat pertolongan. Salah seorang petugas, ED kemudian membawa YF ke ruang genset yang berada di belakang Halte Harmoni.

Tak lama kemudian, ketiga rekannya datang ke ruangan itu. Bukan menolong mereka malah mencabuli YF yang kala itu mengenakan kaos dan celana pendek secara bergiliran. “Dalam kondisi pingsan, korban dicabuli 4 petugas itu,” kata Tatan

Baru 15 menit beraksi, warga Sumur Batu, Jakarta Pusat itu akhirnya sadar. Mengetahui pakaiannya sudah tak lagi melekat pada tubuhnya, YF sontak berteriak. Petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi lalu menghampiri ruang genset dan menangkap keempat petugas itu.

“Semuanya sudah ditangkap, 2 pelaku sempat kabur dan ditangkap di kos-kosan mereka di Jakarta Timur,” lanjut Tatan.

Keempatnya kini menjadi penghuni baru tahanan Mapolrestro Jakarta Pusat. Atas perbuatannya pelaku terancam Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara. “Korban belum bisa dimintai keterangan karena masih shock,” tandas Tatan.

Weleh, weleh. Piye tooooo? (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button