Home / Populer / Jokowi, Rano Karno, penolakan warga Tangerang dan solusi banjir

Jokowi, Rano Karno, penolakan warga Tangerang dan solusi banjir

Bagikan Halaman ini

Share Button

2Penulis : Vincentcius Jeskial Boekan

 

 

Moral-politik.com : Tidak mudah seperti kebanyakan orang bayangkan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dua persoalan besar yang dihadapi bukan semata-mata akibat salah urus di Jakarta, tapi hasil eksport dari Jawa Barat dan Tangerang.

Jakarta sebagai pusat kekuasaan dengan tersenyum pahit harus memikul semua beban penderitaan. Sebut saja masalah macet. Jika semua kita sadar bahwa ada sekian juta kendaraan bermotor yang tiap hari masuk dari Jawa Barat dan Tangerang; belum termasuk dari provinsi lainnya maka kemacetan di Jakarta itu sekitar 40 persennya dikontribusi oleh provinsi di luar Jakarta.

Soal banjir. Jakarta juga menerima eksport banjir dari Jawa Barat (Bogor) dan dari Tangerang. Dari kedua permasalahan di atas, maka solusi cerdasnya adalah membangun kerjasama antara Pemerintah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Tangerang.

Bahwa membangun kerjasama antardaerah yang berbatasan bukanlah sebuah dosa besar, tapi dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Maka keliru besar jika Jokowi hendak membangun kerjasama lalu didemo warga Tangerang. Dalam batas toleransi bisa diterima jika apa yang diperbuat itu karena tak tahu duduk persoalannya dan juga ada regulasi yang membolehkan. Tapi jika karena dipengaruhi oleh pihak ketiga, lantaran 2014 ini adalah tahun politik maka yang perlu diratapi adalah mereka yang memprovokasi itu.

Lepas dari pikiran dasar di atas, gaya Jokowi patut menjadi suri tauladan bagi para pemimpin. Ketika dirinya melihat ada sejumlah spanduk berisi pernyataan penolakan pembangunan sodetan Ciliwung-Cisadane di sepanjang Jalan Pasar Anyar, Kali Pasir, Tangerang, dengan senyum dia berkata : “Ya baguslah itu,” kata Jokowi singkat, sambil mengangkat kedua jempolnya saat ditanya tentang penolakan rencana pembangunan tersebut pada Sabtu (25/1).

Baca Juga :  Mengapa Mandra Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi?

Kedatangan Jokowi ke Tangerang, lansir Beritasatu.com, untuk membahas rencana pembangunan sodetan bersama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah disambut jajaran spanduk yang antara lain bertulisan, “Jangan pindahkan masalah banjir ke wilayah kami”, “Tolak sodetan Cisadane” dan “Jangan tambah derita kami”.

Menurut beberapa warga yang berdiri di sepanjang jalan Pasar Anyar, spanduk-spanduk itu tidak dipasang oleh warga sekitar. “Ini baru dipasang semalam ama orang,” kata salah seorang warga.

Semoga masyarakat Tangerang yang menolak tawaran kerjasama Jokowi bisa kembali menginsafi perbuatannya itu, lalu kembali ke jalan yang benar.

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button