Home / Populer / Jokowi : Rekayasa cuaca belum maksimal, DPRD belum sahkan APBD

Jokowi : Rekayasa cuaca belum maksimal, DPRD belum sahkan APBD

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

Moral-politik.com : DKI Jakarta sebagai daerahnya pusat pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan mestinya memberikan suri tauladan kepada daerah-daerah lainnya di NKRI.

Akan tetapi kenyataannya terbalik 180 derajat. Sebab hampir semua daerah provinsi, kabupaten dan kota di NKRI telah selesai membahas APBD 2014 pada akhir bulan Desember 2013.

Bagaimana dengan DKI Jakarta? Baru tahu ternyata hingga detik ini DPRD belum mensahkan APBD DKI Jakarta. Itu berarti roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Jakarta tidak berjalan semenjak 2Januari 2014. Sebab apa yang mau dikerjakan jika APBD belum disahkan? Jika tak pernah disahkan sama sekali, apakah Jokowi harus bertanggung jawab untuk mendanai semuanya, terutama manajemen banjir yang kini sangat mendesak?

Tidak semua orang tahu itu, padahal semua berharap pada Jokowi untuk segera menyelesaikan persoalan banjir yang semestinya sudah bisa dijadikan sebagai Bencana Nasional, jika ada koordinasi yang baik antara Jokowi dengan Presiden SBY.

Lepas dari itu, sampai bocornya permasalahan di atas, gara-gara Jokowi menuturkan bahwa Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah melakukan rekayasa cuaca untuk mengurangi curah hujan di daerah Jakarta. Namun, upaya ini dinilai kurang maksimal. Apa kata Jokowi?

“Yang mengerjakan kan dari BNPB, minta persuratannya lewat kita,” kata Jokowi, lansir detik.com.

1

Hal ini disampaikan Jokowi saat blusukan melihat pompa air di depan Mall Ciputra, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (19/1/2014). Ia mengakui saat ini anggaran Rp 20 miliar masih menggunakan dana dari BNPB. Dana untuk rekayasa cuaca ini sebenarnya juga dimiliki Pemprov DKI. Hanya saja, dana tersebut belum dapat digunakan karena APBD 2014 belum disahkan DPRD DKI.

Baca Juga :  Plt Sumarsono mengaku kebijakannya untuk mengamankan Ahok

“Biaya di kita ada, di pusat juga ada. Punya kita belum dipakai karena belum disahkan. Jadi harus menunggu. Kalau mau pakai, tunggu diketok DPRD padahal sudah diajukan dari Oktober,” ujarnya dengan nada tinggi.

Rekayasa cuaca baru dilaksanakan 2 kali pada hari Minggu (14/1) lalu dengan menggunakan pesawat Hercules. Pihak BPPT mengatakan rekayasa cuaca ini kurang maksimal karena harusnya menggunakan 3 pesawat sekaligus.

Lalu hingga kapan APBD ditetapkan? Sejauh ini belum jelas. Tapi diprediksikan, paling telat akhir Januari ini. Itu berarti permasalahan banjir di Jakarta akan semakin membesar, dan siapa yang bertanggung jawab jika semakin banyak masyarakat yang mati serta menderita wabah penyakit menular?  (vjb)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button