Home / Populer / Jokowi tetap gigih, solusi banjir : Dekati Walikota dan Bupati Tangerang

Jokowi tetap gigih, solusi banjir : Dekati Walikota dan Bupati Tangerang

Bagikan Halaman ini

Share Button

15

 

 

Moral-politik.com : Mantan Walikota Solo yang kini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak mau dipandang sebelah mata dan dibilang tak becus untuk memenuhi janjinya kepada warga Jakarta yang telah mendukungnya bersama Wagub Ahok.

Jokowi akan menggunakan jurus demi jurus demi menaklukkan banjir yang ‘diekspor’ dari tetangganya di Bogor dan Tangerang, kendati hingga detik ini belum jelas kapan APBD DKI Jakarta disahkan oleh DPRD setempat.

Kini yang ada di benak Jokowi adalah duduk setengah kamar dengan Walikota dan Bupati Tangerang, untuk “membujuk” mereka menyetujui sodetan Ciliwung-Cisadane.

“Saya mau secepatnya menemui mereka. Butuh waktu, memang,” ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Selasa (21/1/2014), lansir Kompas.com.

Jokowi mengaku kepada mereka dia ingin menjelaskan bahwa sodetan tersebut sangat berarti untuk penanggulangan banjir Jakarta.

Jokowi pun yakin kekhawatiran warga Tangerang jika sodetan akan “memindahkan” banjir ke Tangerang, tidak akan terjadi. “Hitung-hitungan kapasitasnya sudah ada. (Apalagi) sodetan itu kan ada pintunya. Kalau penuh, ditutup. Kalau masih ada (ruang kapasitas), dibuka,” ujar dia.

Kapasitas maksimal debit air di Sungai Cisadane adalah 1.900 meter kubik per detik. Dalam kondisi banjir maksimal, level debit air sungai itu 1.150 meter kubik per detik. Sementara saat kondisi normal, debit airnya hanya 50-200 meter kubik per detik.

Atas sejumlah pertimbangan, rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kementerian Pekerjaan Umum, pimpinan daerah Jakarta, Jawa Barat, Bogor, Depok serta Bekasi memutuskan, debit air yang masuk sodetan Ciliwung-Cisadane akan dibatasi 200 meter kubik per detik.

Artinya, debit air di Cisadane dalam kondisi maksimal yakni 1.350 meter kubik per detik. Level itu jauh dari kapasitas maksimalnya.

Baca Juga :  Nyaris Semua Keputusan MK Diragukan

Soal permintaan Pemkot dan Pemkab Tangerang agar Cisadane dinormalisasi, Jokowi pun menyerahkan hal itu kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Ia berharap sembari membangun sodetan Ciliwung-Cisadane, Kementerian Pekerjaan Umum juga dapat melakukan normalisasi atas Sungai Cisadane.

Pernah diberitakan sebelumnya, Walikota Tangerang Arief Wismansyah menolak rencana pembangunan sodetan Sungai Ciliwung-Cisadane. Arief menilai kondisi Cisadane dan Bendung Pasar Baru Cisadane (Pintu Air 10), tak mendukung sodetan.

“Kalau dilihat dari kondisi Pintu Air 10, kondisinya tidak akan kuat menahan gempuran aliran air dari sodetan. Jadi, sodetan sangat tidak layak dilakukan,” kata Arief, Selasa. Dia mengatakan, jika sodetan itu jadi dibangun dan menimbulkan banjir, maka dampaknya akan dirasakan oleh warga Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Dari hasil pemantauannya di Pintu Air 10, Arief mengatakan, penjaga pintu juga membenarkan bahwa bendungan tersebut tidak akan sanggup menahan air dari sodetan Ciliwung. “Dari penjelasan penjaga pintu air itu saya mengambil kesimpulan bahwa program sodetan ini tidak bisa diterapkan di Kota Tangerang. Kalau pihak lain punya argumen teknis tentang program sodetan, maka kami punya argumen realistis,” kata Arief.

Kerjasama antar pemerintah daerah, terutama yang berbatasan langsung adalah amanat UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Itu berarti kebijakan yang bakal ditempuh oleh Jokowi harus dipahami oleh Walikota dan Bupati Tangerang.
Supaya sama-sama untung, kedua kepala daerah bisa mengajukan tawaran kerjasama dalam bentuk lain, misalnya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button