Home / Populer / Jubir PPI yakin Anas sebut Ibas di pemeriksaan

Jubir PPI yakin Anas sebut Ibas di pemeriksaan

Bagikan Halaman ini

Share Button

21

 

 

 

Moral-politik.com : Bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum telah ditahan oleh KPK, Jumat (10/1/2014) itu bukan rahasia lagi.

Mungkin yang masih menjadi rahasia adalah apakah setelah dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Anas akan diam, fokus kepada permasalahan yang dituduhkan kepadanya, atau ingin buka-bukaan supaya mendapat teman ngobrol, belum ada yang bisa memastikannya.

Walau begitu, asumsi sementara yang bisa dipegang adalah pernyataan dari Juru bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma’mun Murod.

Ma’mun yakin, Anas Urbaningrum akan menyebut nama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hari ini, Jumat 10 Januari 2014, Anas diperiksa sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Bogor.

Menurut Mu’rod, lansir Viva.co.id, Ibas bertanggung jawab dalam pelaksanaan Kongres Demokrat. “Saya yakin akan menyebut. Saya berdebat panjang dengan Johan (Jubir KPK), kenapa nggak dipanggil, alasannya yang menentukan penyidik bukan saya atau Ma’mun,” kata Ma’mun di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ma’mun mempertanyakan KPK memeriksa tukang sapu Anas untuk dimintai keterangan mengenai kongres. Sedangkan, Ibas yang merupakan Ketua Steering Committee (SC) saat itu justru tidak dipanggil. Padahal, kata Mu’rod, tukang sapu Anas tidak ada kaitan dengan kongres.

“Alasannya tidak rasional. Itu urusan penyidik. Ibas sebagai penanggung jawab kongres, mestinya dipanggil. Jangan hanya rumah Anas, kantor Demokrat, Cikeas, itu fair namanya,” ujarnya.

Ma’mun mengatakan itu sebagai haknya sebagai warga negara untuk mengkritisi institusi KPK agar bisa bertindak adil. Sebab menurutnya, seluruh lembaga negara seharusnya memiliki lembaga kontrol tersendiri karena mereka hidup dari uang rakyat.

Baca Juga :  Menkeu Sri Mulyani putuskan 169 daerah terkena penundaan penyaluran DAU 2016

“Sebagai rakyat saya punya hak mengkritisi. Jangan dianggap melawan penegakan hukum,” ucapnya.

Ibas sendiri sudah membantah keras terlibat dalam kasus Hambalang. Putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini membantah menerima dana proyek tersebut.

“Tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Ini seperti lagu lama yang diulang-ulang. Saya yakin 1.000 persen, kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut dalam kasus belakangan ini,” kata Ibas di kantor DPP Partai Demokrat.

Berarti kebenarannya baru bisa diketahui ketika Anas mulai disidangkan…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button