Home / Populer / Kabupaten Jepara : Ada isu ular naga bergerak sambut Imlek

Kabupaten Jepara : Ada isu ular naga bergerak sambut Imlek

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 
Moral-politik.com :  Laksana derasnya angin taopan merebaknya alkisah berbau miterius soal ada ular naga di Kabupaten Jepara.

Alkisah itupun mendesak warga berlari-lari untuk melihat kebenarannya, kendati tidak sedikit juga yang was-was jika sesewaktu terjadi sesuatu.

Seperti pada retakan tanah yang misterius di Jepara memancing spekulasi warga dan berhembus isu berbau klenik. Lokasi tanah retak di Desa Sukodono Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara itu kini menjadi objek wisata dadakan bagi warga Kabupaten Jepara.

Mereka datang untuk menyaksikan kabar bahwa adanya ‘ular raksasa’ yang terus bergerak menyambut Imlek. Karena tak ada rambu peringatan maupun pembatas, warga leluasa berdiri hingga tepi retakan sepanjang 250 meter dengan kedalam 10 meter itu.

Melansir Liputan6.com, Kepala Desa Sukodono, Sagiman menyatakan, sejak 3 hari terakhir, warga yang penasaran dengan kondisi tanah retak terus berdatangan. Tidak hanya warga sekitar lokasi, warga dari desa lain bahkan luar kota pun datang menyaksikan langsung.

“Padahal di lokasi itu sangat berbahaya karena sewaktu-waktu tanah masih bisa longsor. Selain kondisi tanah yang labil, tidak ada rambu peringatan atau tali pembatas jarak aman,” ujar Sagiman di lokasi, Jepara, Jumat (31/1/2014) sore.

Pantauan Liputan6.com, warga yang datang bisa mengabadikan lewat kamera foto berdiri bergerombol di bibir retakan tanah. Jika hujan turun, tanah masih longsor terutama yang di sebelah selatan.

Sagiman menambahkan, hingga saat ini, tanah retak tersebut belum ditinjau oleh pihak berkait. Baik dari tim ahli maupun dari pemerintah Kabupaten Jepara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, kata Sagiman, hanya sekali meninjau lokasi retakan tanah.

“Sekali ditinjau itu dulu waktu awal-awal. Hanya diperintahkan untuk memasang gawang bambu agar kalau ada pergerakan tanah bisa diketahui kemana arahnya. Kalau dari tim ahli belum ada yang datang,” tambah Sagiman.

Baca Juga :  BPJS akan diawasi OJK dan DJSN

Sementara itu, mereka yang datang ke lokasi mengaku penasaran dengan keberadaan naga raksasa besar. Cerita dari mulut ke mulut yang beredar di masyarakat, retakan tanah itu lantaran bertepatan dengan tahun baru Imlek. Sehingga tanah membentuk retakan besar memanjang lurus.

“Katanya ada naga raksasa yang bertapa, terus bergerak sehingga tanahnya retak seperti ini. Tapi saya kok tidak lihat naga yang banyak diceritakan banyak orang itu,” kata Novie salah satu pengunjung. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button