Home / Populer / Kadin menilai Banjir Jakarta sangat merugikan perekonomian

Kadin menilai Banjir Jakarta sangat merugikan perekonomian

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

 

Moral-politik.com : Hujan dan banjir yang menerpa Jakarta lebih dari seminggu ini telah menimbulkan banyak korban, mulai dari korban jiwa, sakit, kerugian material, perekonomian, dan psikologis.

Dari hitungan ekonomi belum bisa dipastikan berapa miliar rupiah yang dialami masyarakat dan pemerintah DKI Jakarta maupun pemerintah pusat.

Tapi secara gamblang, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia DKI Jakarta menaksir kerugian mencapai ratusan miliar per hari.

“Beberapa pusat bisnis di Jakarta hampir berhenti total akibat akses jalan tidak bisa dijangkau oleh konsumen seperti Kawasan Mangga Dua, kawasan Kepala Gading, hingga kawasan Jatinegara,” kata Wakil Ketua Kadin DKI Sarman Simanjorang dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (19/1), lansir Beritasatu.com

Menurut dia, di kawasan Mangga Dua setidaknya terdapat enam pusat perdagangan yaitu Pasar Pagi, ITC, WTC, Mangga Dua Square, Mall Mangga Dua serta Harco Mangga Dua dengan perkiraan jumlah pedagang mencapai 20.000 toko. “Dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per kios, maka taksiran kerugian mencapai Rp 50 miliar per hari,” kata Sarman.

Sementara di kawasan Kelapa Gading tegas Sarman, kerugian pengusaha diperkirakan mencapai Rp 40 miliiar setiap hari akibat ratusan toko, perkantoran, mall tutup bahkan beberapa kantor cabang bank mengalihkan pelayanan nasabahnya ke kantor terdekat akibat tidak bisa beroperasi.

Sedangkan di kawasan Tanah Abang, omzet pedagang diperkirakan turun sampai 60 persen akibat para pembeli tidak dapat menembus akses menuju kawasan itu. Dia memperkirakan, omzet di Tanahabang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar per hari dengan situasi normal. Sedangkan di kawasan Jatinegara Barat, hampir semua toko tutup. “Aktivitas perdagangan di sana hampir lumpuh,” kata dia.

Lebih lanjut dijeslakannya, kawasan Industri Pulogadung sempat terkena banjir di beberapa titik dengan ketinggian mencapai 50 centimeter (cm). Namun belum sampai mengganggu aktivitas sekitar 300 pabrik yang ada di kawasan tersebut. Sedangkan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) sampai saat ini proses produksi industri padat karya khususnya garmen dan tekstil masih berjalan normal.

Baca Juga :  Eva Sundari : Jokowi sudah jadi panglima sejak 9 April

“Diharapkan kedua kawasan industri ini bisa terhindar dari banjir, jika terkena akan sangat mengganggu proses produksi, dan pengusaha akan rugi besar seperti yang dialami tahun lalu.

Adapun di Pelabuhan Tanjung Priok, banjir mengakibakan arus lalu lintas macet dan waktu tempuh menjadi lama. Akibatnya, kerugian dari sisi transportasi mencapai Rp 9 Miliar, belum termasuk kerugian akibat keterlambatan keluar dan masuknya barang ekspor impor dari pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Sarman, hujan yang menguyur Ibu Kota disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sehingga volume air melebihi kapasitas daya tampung 13 sungai yang melintasi Jakarta. Hal ini diperburuk dengan pemeliharaan drainase yang belum sempurna.

“Kita sangat apresiasi upaya dan kerja keras yang dilakukan pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi banjir seperti perawatan drainase, pengerukan kali, penertiban penampungan air seperti waduk pluit, waduk riario, perluasan ruang hijau,” kata dia. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button