Home / Populer / Kajati NTT : Sulit memeriksa ratusan kelompok belajar

Kajati NTT : Sulit memeriksa ratusan kelompok belajar

Bagikan Halaman ini

Share Button

Mangihut-Sinaga1(1)

 

 
Moral-politik.com :  Hingga saat ini Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) masih sulit untuk melakukan pemeriksaan terhadap ratusan kelompok belajar dalam kasus Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas PPO NTT senilai Rp 77 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Mangihut Sinaga kepada Moral-politik.com, belum lama ini di Rujab Kajati NTT mengaku, penyidik  Kejati NTT masih sulit untuk melakukan pemeriksaan terhadap ratusan kelompok belajar dalam kasus dugaan korupsi PLS.

“Sampai saat ini kami masih sulit untuk lakukan pemeriksaan terhadap ratusan kelompok belajar dalam kasus dugaan korupsi PLS,“ katanya.

Namun, kata dia, sejauh ini pihaknya masih terus berusaha untuk mendatangkan para saksi atau kelompok belajar untuk diperiksa agar bias diambil keterangannya dalam kasus itu.

Untuk pemeriksaan kasus PLS , lanjutnya, penyidik hanya ingin mengetahui apakah memang benar ada kelompok belajar saat itu dan jika memang ada berarti menggunakan dana.

Jika, katanya, dalam pemeriksaan seluruh bukti itu terpenuhi atau kelompok belajar itu ada dan pertanggungjawabannya jelas, penyidik tidak bisa memaksakan kehendak.

“Jika alat bukti kuat bisa dituntaskan, namun jika tidak kuat bagaimana itu bisa menjadi pegangan penyidik,“ terangnya.

Sinaga juga mengaku, pihak Kejati NTT mengalami kesulitan untuk mendatangkan para saksi dalam rangka mengusut kasus dugaan korupsi dana program Bidang PLS Dinas PPO NTT.

“Harus diakui kalau Kejati NTT sulit mendatangkan para saksi dalam kasus dugaan korupsi PLS pada Dinas PPO NTT,“ katanya.

Sinaga mengatakan, saksi-saksi kebanyakan tersebar di daerah-daerah sehingga kesulitan untuk menghadirkan guna dimintai keterangan. Banyak juga saksi yang terdiri dari pemuka agama sehingga sulit hadir.

Menurut Sinaga, Kejati NTT tetap memproses seoptimal mungkin terkait penanganan kasus dugaan korupsi dana program Bidang PLS Dinas PPO NTT. Ini perlu kesabaran karena  banyak penerima merupakan pemuka agama yang punya kesibukan.

Baca Juga :  Jelang pelantikan, Donald Trump menyusun sendiri pidatonya

“Pemanggilan terhadap saksi-saksi dari kelompok penerima program untuk memastikan apakah benar menerima dana program atau tidak. Jika memang betul tentu tidak ada masalah karena hanya dilakukan croscek,” pungkasnya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button