Home / Sport / Kejari Rote lidik dugaan korupsi mantan Kades Tesabela

Kejari Rote lidik dugaan korupsi mantan Kades Tesabela

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

Moral-politik.com : Setelah mendapatkan, Kejaksaan Negeri Rote Ndao segera melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan eks Kepala Desa Tesabela, Gustaf Fola.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao I Gde Ngurah Sriada, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu  (15/1).

“Kami sangat berterima kasih karena masyarakat begitu antusias melaporkan kasus dugaan korupsi yang terjadi di desa namun tentunya semua itu membutuhkan waktu untuk mengumpulkan seluruh alat bukti yang berkaitan dengan kasus itu dan saat ini laporan tersebut sudah kami terima dan akan di dalami oleh penyidik,” jelas Sriada.

Menurut Sriada, dirinya mendapatkan laporan dari penyidik terkait adanya laporan dari warga Desa Tesabela terkait dugaan karupsi yang melibatkan mantan Kepala Desa Tesabela. Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya akan mengumpulkan alat bukti.

“Proses pemberantasan suatu kasus dugaan korupsi harus disertai dengan alat bukti. Untuk itu, saya harapkan agar masyarakat bersabar dan tenang, biarkan kami bekerja sesuai aturan yang ada.. Kalau alat bukti serta saksi yang dibutuhkan mendukung maka tentunya kasus tersebut dapat terungkap,” terangnya.

Pernah diberitakan, Mantan Kepala Desa Tesabela, Kecamatan Pantai Baru, Gustaf Folla dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur atas dugaan penggelapan dana desa sebesar Rp1,4 miliar.

Dana sebesar Rp1,4 miliar yang diduga digelapkannya itu meliputi pajak galian C sebesar Rp 450,8 juta, jual sawah sebesar Rp11 juta, sumbangan PT ASDP Rp 11 juta, subsidi pupuk sebesar Rp8 juta, dan Dana ADD Tahun 2008-2013 sebesar Rp936.647.697.

Pantauan wartawan saat melaporkan Gustaf Folla ke Kejari warga yang terdiri dari Marthinus Poek, Laazar Manafe, Soleman Deak, Kris Pethan, Nikolaus Ndun, Jonas Leoanak, Efen Adu, Fons Teti, Johanis Lona, Kristofel Mulik, Aleksander Mengeanak, Eklopas Leoanak, Rison Ndun, Sem Beda, Yosep Letak, Eliasar Adu, Es Lapudoo, Fons Kanabea, Osias Foeh, Laazar Mulik, dan Adrianus Tassi diterima salah seorang penyidik pada Kejari Ba’a, Gilang.

Baca Juga :  SKPD di NTT Diminta Promosikan Sail Komodo

Sebelumnya, Puluhan warga asal Desa Tesabela, Kecamatan Pantai Baru mengadukan kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kepala Desa Tesabela,Gustaf Folla ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Selasa (17/12/2013).

Pengaduan warga tersebut tertuang dalam bentuk tertulis yang ditandatangani 22 orang warga di desa itu berkaitan dengan 11 kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kades Tesabela.

Sesuai dokumen surat yang diperoleh wartawan di Kantor Kejari Ba’a, Selasa (18/12) warga membeberkan sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di desa itu diantaranya  pungutan liar mangatasnamakan retrebusi galian C yang sudah dilakukan oleh mantan Kepala Desa Gustaf Folla sejak Juni TA.2007 lalu dengan total diperkirakan Rp.78 .940.000, Dugaan pengelapan sawah milik Desa senilai Rp.11.000.000.

Dugaan lain yang dilakukan meliputi sumbangan yang diberikan oleh pihak ASDP untuk pembuatan pagar Kantor Desa senilai Rp11 juta, dugaan penggelapan dana subsidi pupuk TA.2012/2013 senilai Rp8 juta, Dugaan penggunaan korupsi ADD sejak TA.2008 hingga TA.2013 Rp.936.568.698.

Disebutkan dugaan penyimpangan yang dilakukan mantan Kades Tesabela diperkirakan senilai Rp.1.517.417.447.697.

Dalam surat pengaduan itu, warga mendesak Kejaksaan Negeri Rote Ndao segera memeriksa Gustaf Folla. Menurut warga, bila persoalan itu dibiarkan dikuatirkan warga yang bersangkutan akan terus lakukan kejahatan yang dapat merugikan warag Tesabela.

Khusus berkaitan dengan penggelapan lahan, warga menyebutkan Mantan Kepala Desa, Gustaf Fola secara sengaja telah menjual serta menggelapkan sebidang sawah yang berstatus seabagai aset Desa Tesabela. Setelah dijual dana tersebut dipergunakannya untuk kepentingan pribadi. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button