Home / Populer / Kendati dipecat, semangat Pasek makin membara

Kendati dipecat, semangat Pasek makin membara

Bagikan Halaman ini

Share Button

14

 

 

Moral-politik.com : Gede Pasek Suardika, kader Partai Demokrat yang cukup punya nama akhirnya dipecat oleh DPP Partai Demokrat.

Tidak cukup dengan pemecatan, status Pasek sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat juga dilucuti tanpa tedeng aling-aling.

Alasan Demokrat, Pasek sudah membangkang setelah menjadi pengikut Anas Urbaningrum, yang tahun lalu dipaksa mundur sebagai Ketua Umum partai dan kini ditahan KPK atas kasus korupsi proyek Hambalang dan lain-lain.

Demokrat juga merasa belakangan ini Pasek lebih sibuk dengan perannya yang baru sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia, organisasi baru bentukan Anas. Bagi Demokrat, langkah Pasek itu sudah melanggar pakta integritas dan kode etik partai.

Bahkan koleganya di Demokrat merasa Pasek sudah memojokkan partai, yang beberapa tahun terakhir terus disorot karena beberapa pengurusnya bermasalah dengan kasus-kasus korupsi.

Pasek pun berang. Dia merasa sudah diperlakukan diskriminatif karena tidak diberi tahu sebelumnya. Bersama para pendukungnya, Pasek pun siap beri perlawanan.

Pemecatan Pasek sebagai anggota DPR dilayangkan Partai Demokrat melalui fraksinya di lembaga legislatif itu. Surat pergantian antar waktu (PAW) telah dilayangkan kepada Sekretariat DPR tanggal 13 Januari 2014 lalu.

Akan tetapi Pasek mengaku belum menerima surat pemecatannya itu. Dia masih hadir dalam rapat internal fraksi yang digelar Jumat pagi, 17 Januari 2014.

Dalam rapat itu, Pasek menyampaikan protesnya. “Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba geledek,” kata Pasek mengibaratkan perasaan dia saat mengetahui pemecatan itu, lansir Viva.co.id.

“Mudah-mudahan sebentar lagi saya menerima suratnya dari Ketua Fraksi Demokrat. Saya belum tahu apa isi surat cinta (pemecatan) itu,” kata Pasek ditemui usai rapat itu.

Pasek mempertanyakan alasan pemecatannya. Selain dipecat sebagai anggota dewan, dia juga dikeluarkan dari partai yang kini diketuai langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca Juga :  TTS : Kasus Bansos selesai 2014

“Kalau saya dianggap melanggar pakta integritas partai Demokrat, saya ingin tahu di bagian mana saya disebut melanggar,” kata mantan Ketua Komisi III DPR itu. Dia merasa tak ada aturan dalam Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga Partai Demokrat yang bisa membuatnya dipecat.

Pasek mengkritik Demokrat karena tidak mengacu pada UU MPR DPR DPD dan DPRD (UU MD3) dalam memecat anggotanya dari DPR.

Jumat petang, Pasek mengabarkan perkembangan masalahnya. Dia mengaku sudah menerima surat keputusan pemecatan tersebut.

“Suratnya PAW (Pergantian Antar Waktu). Saya sudah terima dan sekarang sedang dipelajari,” ujar Pasek di Rumah Pergerakan PPI, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

“Dosa” Pasek

Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Assegaf, mengungkapkan alasan pemecatan anggotanya itu. Menurutnya, keputusan itu berasal dari dewan pimpinan pusat. Dalam suratnya, DPP Partai Demokrat menyebutkan bahwa Gede Pasek sudah melanggar pakta integritas dan kode etik.

“Kalau kadernya atau anggota fraksi dianggap menyimpang atau melanggar kode etik, tentu DPP bisa mengeluarkan haknya. Karena partai harus bisa menegakkan proses demokrasi,” kata Nurhayati di Gedung DPR, Jumat 17 Januari 2014.

Dia menuturkan, fraksi tinggal menjalankan keputusan DPP Partai Demokrat tersebut. Namun, dia minta hal ini tidak dibesarkan karena kejadian seperti ini bukan kali pertama.

Apakah Gede Pasek dipecat karena menjadi Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI)?

“Tidak ada yang mengatakan masuk PPI melanggar Pakta Integritas. Tapi, kami tahu dan sayangkan,” jawab Nurhayati. Nurhayati menegaskan, selama ini pendapat Pasek bertabrakan dengan Partai Demokrat dan kader lainnya.

Baca Juga :  SBY dan Tagline Demokrat sumber anjloknya surat suara

Menurut Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, alasan pemecatan itu karena Pasek terus menerus memojokkan Demokrat.

“Tiap hari dia (Pasek) menjerit ngomong terus soal kita, ya sekarang dibuktikan (Demokrat memecat),” kata Ruhut.

Perlawanan Pasek

Pemecatan Pasek itu memicu kemarahan para kader Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Provinsi Bali. Ketua PPI Bali, Nyoman Agung Sariawan, bereaksi keras terhadap pemecatan Pasek. Sariawan menegaskan, PPI Bali sedang mempersiapkan langkah hukum untuk memproses kasus pemecatan terhadap Pasek.

“Pasek dizalimi oleh Demokrat. Tidak ada satu alasan pun yang menguatkan pemecatan Pasek. Kami akan menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib,” kata Agung di Denpasar.

Pasek merasa ada perlakuan diskriminatif. Dia mengaku tak pernah diminta keterangan atau diperiksa oleh otoritas di partai bila diduga melakukan pelanggaran tersebut.

“Dulu (Muhammad) Nazaruddin beberapa kali dipanggil. Angie (Angelina Sondakh) juga dan banyak juga yang lain. Saya belum pernah diajak, ngopi juga belum pernah,” katanya di sela-sela peluncuran buku Anas berjudul “Janji Kebangsaan Kita” di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Gede Pasek Suardika tak terima dipecat Partai Demokrat dengan alasan melanggar pakta integritas karena tak bisa menjaga nama baik partai. Politisi asal Bali itu pun punya pesan khusus untuk partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

“Saya percaya hukum karma. Siapa yang menyakiti orang, dia akan tersakiti juga. Mereka yang menuduh orang korupsi dan membuat keluarga orang itu menderita, juga akan terkena. Sekarang sudah terlihat tanda-tandanya. Sudah mulai disebut nama-namanya,” kata Pasek.

Namun Pasek tak menyebut siapa-siapa saja yang ia maksud dalam ucapannya itu. Pasek dikenal luas sebagai loyalis mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Ia juga yang mendampingi Anas ke kantor KPK pada Jumat pekan lalu, hari ketika Anas ditahan KPK.

Baca Juga :  Selamat datang Jokowi Capres 2014 dari PDIP

Sejak Anas Urbaningrum menjadi tersangka, teman-temannya di Demokrat satu demi satu meninggalkannya. Namun ada yang terus bertahan berdiri di sisi Anas, yaitu Pasek. Sebelum didepak dari Senayan, Pasek sempat menjadi Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat.

Menurut Tri Dianto, seorang loyalis Anas, Pasek adalah satu-satunya politikus Demokrat yang terus membela Anas. Dan ternyata pada 13 Januari 2013, Partai Demokrat mengeluarkan surat pergantian antarwaktu atas Pasek yang pada Pemilu 2014 ini maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah dari daerah pemilihan Bali itu.

“Tinggal Pak Pasek,” kata Tri menjawab pertanyaan soal siapa sekarang loyalis Anas di parlemen. Selebihnya, kata Tri saat berkunjung ke Kantor VIVAnews, Rabu 15 Januari 2013, itu memilih “aman” dengan tidak berdekatan dengan Anas lagi.

Pasek akan merenda karier politiknya di DPD, dan nasibnya akan ditentukan 9 April mendatang. Hingga kini belum tahu pasti akan berpindah ke partai mana, atau Perhimpunan Pergerakan Indonesia bakal diupayakan menjadi sebuah partai baru. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button