Home / Populer / Ketua DPRD Manggarai Timur larang beritakan Kasus Korupsi

Ketua DPRD Manggarai Timur larang beritakan Kasus Korupsi

Bagikan Halaman ini

Share Button

Matim

Moral-politik.com : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur Yohanes Nahas menegaskan kepada wartawan agar jangan menulis berita kasus di Matim sebebasnya. Tetapi ia tidak menjelaskan secara terperinci maksud dari menulis berita yang sebebasnya. Ia juga mengancam akan menghentikan alokasi anggaran untuk langganan koran. Dia juga tidak menyebutkan koran mana yang akan dihentikan langganannya.

“Saya minta Kabag Humas counter semua pemberitaan kasus. Wartawan jangan bebas menulis berita. Nanti saya tidak alokasikan anggaran untuk langganan koran,” tutur Nahas dalam sidang DPRD di ruang paripurna, Rabu (15/1/2014).

Disaksikan wartawan, Rabu (15/1/2014), DPRD Matim menggelar sidang dengan agenda penyampaian hasil rapat komisi ke badan anggaran (Banggar). Sidang dimulai pukul 10. 00 wita. Saat pembukaan sidang, Ketua DPRD Matim Yohanes Nahas, melihat Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setda Matim Yohanes Syukur masuk ke ruang sidang. Ketika melihat Kabag Humas masuk ruangan sidang, Ketua DPRD Yohanes Nahas langsung meminta Humas Setda Matim untuk mengcounter berita-berita yang ditulis wartawan. Saat itu, Kabag Humas Yohanes Syukur kaget karena ia tidak tahu berita apa yang ditulis wartawan sehingga ketua DPRD harus menyampaikan pernyataan seperti itu dalam ruang sidang.

“Saya juga tidak tahu berita apa yang keluar di koran. Pas saya masuk, pak ketua langsung buat pernyataan begitu. Dia minta humas untuk counter berita. Saya juga bingung berita apa yang mau dikounter,” kata Yohanes Syukur kepada wartawan .

Untuk diketahui pada Rabu (15/1/2014) ada pemberitaan di Pos Kupang dengan judul “Polisi Dalami Dugaan Rp 20,1 M”. Dalam pemberitaan itu, wartawan menulis pernyataan dari Kapolres Manggarai yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Manggarai Iptu Edy. Sebelumnya kasus tersebut sudah dilaporkan secara resmi oleh anggota Fraksi PDIP ke Polres Manggarai. Sepertinya Ketua DPRD Matim Yohanes Nahas geram dengan wartawan yang menulis berita tersebut, sehingga dia meminta humas setda Matim untuk mengcounter berita tersebut.

Baca Juga :  Jokowi: IMF, Bank Dunia, dan ADB Tak Memberi Solusi

Bebeberapa wartawan yang dimintai komentarnya mengatakan, kesal dengan pernyataan Ketua DPRD Matim yang melarang tulis berita kasus di Matim. Pernyataan Ketua DPRD Matim itu menunjukkan sikap arogansi dari seorang pejabat dan tidak mengenal secara baik sistim kerja pers. Pernyataan Ketua DPRD Matim juga dinilai melanggar kode etik jurnalistik karena melarang menulis berita. Apalagi pernyataan ketua DPRD disampaikan secara terbuka di ruang sidang yang dihadiri anggota DPRD Matim dan para pimpinan SKPD lingkup Setda Matim. (Satria)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button