Home / Populer / Ketua PDIP Rote Ndao jadi tersangka didasari bukti

Ketua PDIP Rote Ndao jadi tersangka didasari bukti

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

Moral-politik.com : Penetapan tersangka serta penahanan terhadap calon anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan I Rote Ndao, yang juga adalah Ketua DPC PDIP Rote Ndao Markus Banya, didasari pada sejumlah bukti yang ditemukan penyidik saat melakukan pemeriksaan dalam kasus tersebut.

Demikian kata Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat, melalui Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Benjamin Nikijiluw saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (4/1) siang.

Sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan BPKP NTT, kata dia, dalam proyek pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao itu, menyebabkan terjadi kerugian negara senilai Rp200 juta.

Pernah diberitakan, pelaksanaan pekerjaan pembangunan perumahan layak huni bantuan kementerian perumahan rakyat di Desa Mayoe, Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2010 lalu diduga hingga saat ini tak rampung.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga Mayoe yang menemui wartawan di Ba’a, belum lama ini.

Warga yang enggan menyebutkan namanya itu mengungkapkan, sesuai papan proyek yang ditempatkan di lokasi pekerjaan dengan pagu anggaran Rp1,6 miliar tersebut, pekerjaan tersebut dilakukan PT.Lince sebuah perusahan milik rekanan asal Kota Kupang, Markus Banya.

Namun dalam pelaksanaannya sebut dia, pekerjaan tersebut diduga dilaksanakan mantan wakil Ketua Dewan perwakilan Rakyat daerah Kabupaten Rote Ndao, Yunus Fanggidae yang saat ini menjabat sebagai ketua DPC PDIP Kabupaten Rote Ndao.

Diungkapkannya, sesuai pengamatan pihaknya dari 40 yang semestinya dikerjakan di lokasi tersebut hingga saat ini baru selesai dikerjakan enam unit rumah.

“Ini program pemerintah pusat untuk bangun rumah layak huni tetapi sampai sekarang baru sekitar enam rumah,” ungkap warga yang meminta namanya tidak dikorankan itu.

Baca Juga :  Siapakah Pembunuh Holly?

Selain itu ungkap dia, sesuai informasi yang berhasil diperoleh pihaknya, besaran biaya untuk pembangunan masing-masing rumah sebesar Rp40 juta. Namun disayangkannya, meski anggarannya cukup besar namun fasilitas yang disiapkan di rumah yang telah dibangun tersebut terkesan tidak sesuai.

“Di rumah-rumah yang telah dibangun itu belum dilengkapi fasilitas seperti listrik, air dan bangunan WC. Karena sesuai informasi yang kami dapatkan bahwa di bangunan-bangunan itu dilengkapi fasilitas pendukung,”katanya.

Disinggung soal pelaksanaan pekerjaan, dia mengatakan, rekanan yang melaksanakan pekerjaan tersebut hingga saat ini sering mendatangi lokasi.

“Pekerjaan masih dilaksanakan tetapi tidak maksimal. Sehingga kami khwatirkan pekerjaannya tidak bisa selesai dikerjakan dalam ini tahun pada hal ini proyek tahun 2011 dan seharusnya selesai tahun lalu bukan berkepanjangan seperti ini,”ujarnya.

Menghindari terjadinya berbagai penyimpangan, instansi terkait di lingkup Pemkab Rote Ndao di desaknya supaya menindak tegas rekanan yan mengerjakan proyek tersebut.

“Kami harapkan agar rekanannya ditindak tegas, karena ini sangat merugikan masyarakat. Untuk pekerjaan ini saja kami sudah serahkan tanah tetapi kalau pekerjaannya seperti ini kami yang dirugikan,” ungkapnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button