Home / Populer / Komentar masyarakat soal “Lelaki Ini Menyumbang Rp 4 Miliar di PDIP”

Komentar masyarakat soal “Lelaki Ini Menyumbang Rp 4 Miliar di PDIP”

Bagikan Halaman ini

Share Button

PERSEDIAAN UANG TUNAI

 

 

Tempo.co melansir bahwa dalam laman Komisi Pemilihan Umum, Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan Juliari Pieter Batubara tercatat sebagai calon legislator dengan dana kampanye terbesar dari partainya, yakni Rp 4,1 miliar. Ia  bersaing juga dengan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo di Dapil Jawa Tengah 1. Juliari berada di urutan pertama sedang Tjahjo, yang mengeluarkan duit Rp 267 juta untuk saweran ke partai, berada di urutan ke 4.

Selain Juliari, ada sekitar empat caleg dari “partai wong cilik” lainnya yang menggelontorkan angka sembilan digit untuk kampanye. Pertama, caleg dari Dapil Lampung II bernomor urut 5, Nur Hasanah. Ia menyumbang dana kampanye sebesar Rp 2,7 miliar. Dalam Dapil yang sama, Frans Wahyudi Atmaja mengguyur dana kampanye Rp 1,16 miliar. Frans berkompetisi dengan nomor urut 6.

Kemudian ada Ina Ammania yang melaju dari Dapil Jawa Tengah VI. Ia menyawer partai sebesar Rp 2,09 miliar dan berlaga dari nomor urut 3. Dari Jawa Tengah VIII ada Adisatrya Suryo Sulisto yang akan berkompetisi dengan nomor urut pertama. Aditsatrya memberikan dana kampanye Rp 1,26 miliar.

Juni lalu, Indonesian Corruption Watch mengumumkan ada lima caleg PDI Perjuangan yang dianggap tak pro pemberantasan korupsi. Mereka adalah Herman Hery yang bertarung dari Dapil Nusa Tenggara Timuir II nomor urut satu. Ia mengeluarkan duit Rp 383 juta untuk dana kampanye partai.

Kemudian ada Said Abdullah yang mengguyur dana kampanye sebesar Rp 138 juta. Ia akan berlaga dari Dapil IX Jawa Timur-Madura dengan nomor urut pertama. Sebagai informasi tambahan, kader muda nahdlatul Ulama Zuhairi Misrawi ada di bawah Said.

Baca Juga :  Komunitas UIB minta Jokowi Tegas Memberantas Korupsi

Ketiga adalah I Wayan Koster. Ia akan berkompetisi dengan nomor urut 2 dari dapil Bali. Anggota Komisi Pendidikan dan Olahraga ini mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 200 juta.

Keempat adalah Olly Dondokambey. Wakil Badan Anggaran Parlemen ini akan bertarung melaju ke Senayan dari Dapil Sulawesi Utara dengan nomor urut 1. Dalam laporan ke KPU, Olly tak tercatat mengeluarkan dana se-rupiah pun dalam kampanye partai.

Terakhir adalah Ribka Tjiptaning. Ketua Komisi Kesehatan ini akan memperebutkan kursi Dewan pada 2014 melalui Dapil Banten nomor urut 1. Ia tercatat mengeluarkan uang senilai Rp 784 juta sebagai dana kampanyenya.

PDI Perjuangan mengumpulkan dana sebesar Rp 130,8 miliar lebih dalam laporan dana kampanye yang diserahkan ke KPU, Ahad, 29 Desember 2013. Rinciannya, Rp 103 miliar berupa bentuk sumbangan berupa jasa dari para caleg, sisanya Rp 27,7 miliar adalah uang dari kas partai.

Dari artikel di atas, mengundang sebanyak 115 komentar. Berikut ini kami copy 9 pengomentar :

1. Beby
bener2 hebat para calegnya…mau dapat kakap kasih umpan dulu mujaer….berapa yg diharapkan kembali…dari mana nanti…waspadalah…waspadalah…pintu korupsi mulai dibuka..

2. Uziel
Jargon “Partai Wong Cilik” sangat butuh dipertanyakan, dari mulai ketika Megawati jadi presiden apalagi sekarang belum terbukti. Yang terbukti menjual aset negara Indosat, kapal tanker Pertamina dan lain-lain. Pada dasarnya semua partai politik di Indonesia hanya menjual kemiskinan rakyat sebagai… Selengkapnya

3. Shiradjiddin
lebih baik sumbangkan langsung WONG CILIK , biar rasakan langsung

4. Yunanta
bener kata Anis Baswedan semalem, semua partai itu korup, gak bisa men-cap Demokrat saja yg korup krn perkara yg ditangani KPK adalah dari partai demokrat, PKS, Golkar, PDIP, yg laen belum terungkap aja…gak mungkin anggota legislatif itu gak korup, belum jd apa2 aja dah keluar milyaran seperti di… Selengkapnya

Baca Juga :  'Valentine Day', Ini Pesan Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota (3)

5. IRHAM ASLi
Ane masih inget saat PDIP menang pemilu banyak pos2 preman dgn bendera PDIP di mana2….. kerjanya hanya minta duit…..
semoga semboyannya bukan “tabur 4,1 M untuk menuai 4,1 T”

6. Tanti
Mudah2an org yg sdh kaya mau jd anggota Dewan nantinya bila kesampaian jgn berpikir uang yg sdh keluar bisa dikembalikan 2 kali lipat y…..ambil niat baiknya dari awal. Yang amanah…pasti Alllah akan memberikan yg lebih & bukan dg cara Korupsi itu dilarang.

7. IQBAL
Hmmm.. ibarat kata mereka menebar benih sebesar itu, tuk panen yang lebih besar lagi. masa hidup mau rugi? ga lah….. hehehehe

8. Adhin
busyettt pantes aja pas uda jadi banyak yg korupsi,,,sawerannya aja segitu banyak

9. Olvan
Semoga tidak pernah terpikirkan bagaimana caranya mengembalikan modal…..

Lalu, apa responsmu? (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button