Home / Populer / Kontroversi usulan Snowden dinominasi raih Nobel Perdamaian

Kontroversi usulan Snowden dinominasi raih Nobel Perdamaian

Bagikan Halaman ini

Share Button

11

 

 

Moral-politik.com : Si pria muda yang membelot dari badan intelejen Amerika Serikat (NSA) ini berhasil menggegerkan dunia setelah membongkar data-data rahasia, termasuk penyadapan yang dilakukan terhadap beberapa pejabat penting Indonesia, dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Akibat bocoran informasinya itu terjadi kerenggangan hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Australia.

Sikap Indonesia sangat jelas diungkapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang kemudian menarik Duta Besar Indonesia untuk Australia.

Akibat keberaniannya itu, melalui surat yang dikirimkan kepada Komite Nobel Norwegia, seorang mantan menteri Norwegia mengusulkan agar mantan agen badan intelijen Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden, masuk dalam nominasi penerima Nobel Perdamaian untuk tahun 2014.

“Dia telah memberikan kontribusi untuk mengungkap adanya pengawasan yang ekstrim oleh satu negara terhadap warga dan negara-negara lain,” jelas mantan menteri Partai Sosialis Kiri Baard Vegar Solhjell kepada AFP.

“Snowden memberikan kontribusi kepada orang-orang biasa untuk mengetahui tentang apa yang telah terjadi selama ini.”

Meski demikian, lansir Beritasatu.com, dalam surat yang ditujukan kepada Komite Nobel Norwegia, Solhjell dan rekan partainya, Snorre Valen mengatakan, mereka tidak selalu membenarkan atau mendukung semua hal yang diungkapkan oleh Snowden.

Namun, keduanya setuju bahwa langkah pengungkapan rahasia intelijen yang dilakukan oleh Snowden, telah memberikan perspektif baru dalam hal pengawasan sebuah negara terhadap warga negaranya sendiri dan juga negara lainnya

Dalam dokumen yang dibocorkan oleh Snowden pada tahun 2013, terungkap adanya pengawasan yang cukup luas terhadap individu dan lembaga di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, yang dilakukan oleh NSA.

Menurut situs Wikileaks, Snowden yang saat ini tinggal di Rusia, telah mengajukan permohonan suaka kepada sejumlah negara, termasuk Norwegia.

Baca Juga :  ARB bangga dengan kepahlawanan warga Surabaya

Apakah dia berhasil memenangkan hadiah Nobel yang menjadi impian para petinggi dunia itu? Waktu yang mengatakannya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button