Home / Populer / Loyalis Sam Haning pertanyakan alasan penonaktifan Rektor PGRI

Loyalis Sam Haning pertanyakan alasan penonaktifan Rektor PGRI

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

Moral-politik.com :  Forum Peduli Mahasiswa Universitas PGRI NTT menggelar aksi damai pada, Selasa (7/1/2014) di kampus perguruan tinggi swasta tersebut, di Jalan Piet Manehat, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang.

Aksi para mahasiswa ini untuk mempertanyakan kepada yayasan alasan menonaktifkan Rektor Universitas PGRI NTT Semuel Haning, yang akan mengakhiri masa jabatannya tanggal 11 Januari 2014.

Sejauh ini pihak Yayasan beralasan menonaktifkan rektor PGRI Kupang Semuel Haning karena sudah tidak loyal lagi.

Para Mahasiswa mendatangi kampus Universitas PGRI NTT pukul 09.00 Wita. Mahasiswa  membawa spanduk yang bertuliskan,  “We Love PGRI NTT, Kembalikan PGRI NTT ke arah yang lebih benar,  dan Damai PGRI.”

Para mahasiswa diterima oleh Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas PGRI NTT, Titus Bureni, yang juga Pembantu Rektor  (Purek) I Bidang Akademik Universitas PGRI NTT; Purek III, David Selan; Kepala BAAK, Uly Riwu Kaho; para kepala bagian dan pegawai.

Mahasiswa  tetap melakukan orasi di halaman depan Kantor Rektorat Universitas PGRI NTT. Demo mahasiswa dikawal oleh Satpam Kampus PGRI NTT dan Menwa Universitas PGRI NTT.

Mahasiswa juga menuntut agar Yayasan PGRI NTT menjelaskan aturan yang digunakan di Universitas PGRI NTT. Pasalnya, para mahasiswa kebingungan karena selama sepekan terakhir terjadi perdebatan yang luar biasa dan saling klarifikasi antara pihak rektorat dan yayasan di media massa di NTT terkait Universitas PGRI NTT.

Frederik Jawa, selaku korlap menanyakan keberadaan Rektor Universitas PGRI NTT Semuel Haning saat ini, meminta pimpinan Universitas PGRI NTT mengklarifikasi tentang pedoman organisasi atau statuta yang dipakai.

Selain itu, mahasiswa juga meminta pimpinan universitas secepatnya menanggapi pembayaran tunjangan dosen dan pegawai, rektorat menjelaskan pedoman mana yang dipakai di universitas saat ini sehingga mahasiswa bisa melakukan registrasi, dan bagaimana rapat senat yang telah dilakukan.

Baca Juga :  Setya Novanto Diduga Catut Nama Jokowi, Ini Respons Fadli Zon

Terkait penonaktifan Semuel Haning, Plh. Rektor Universitas PGRI NTT Titus Bureni, menepis dirinya tidak memiliki hak karena yang membuat SK adalah YPLP PGRI NTT.

Terkait hal ini, mahasiswa meminta Titus Bureni untuk menghadirkan Ketua YPLP PGRI NTT, Soeleman Radja. Permintaan tersebut ditanggapi karena memang Soeleman Radja sedang dalam perjalanan ke kampus Universitas PGRI NTT.
Setelah diskors sekitar setengah jam, Ketua YPLP PGRI NTT, Soeleman Radja, tiba di kampus.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button