Home / Populer / LPG 12 Kg kebutuhan masyarakat, PAN tolak kenaikan harga

LPG 12 Kg kebutuhan masyarakat, PAN tolak kenaikan harga

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

 

Moral-politik.com : Wakil Ketua DPP PAN Drajad Wibowo beserta Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edy menyatakan, PAN menolak kenaikan harga LPG 12 Kg yang baru diberlakukan oleh PT Pertamina (persero) pada awal tahun 2014 ini.

Hal tersebut disampaikan mereka saat ditemui Moral-politik.com di Pulau Dua Resto, Senayan, Jakarta, Minggu (5/1/14).

Drajad mengatakan PAN menolak kenaikan harga LPG 12 Kg karena kini LPG 12 Kg sudah menjadi kebutuhan masyarakat banyak, khususnya para pengusaha rumah makan baik yang berskala kecil, menengah, hingga besar. Kenaikan harga tersebut pun mempengaruhi daya beli masyarakat serta membuat harga kebutuhan lainnya latah menaikan harga.

“Kenaikan harga LPG 12 Kg memberikan dampak langsung dan tidak langsung bagi masyarakat, bagi mereka yang bekerja (mereka akan) makan di warung tapi tiba-tiba harga naik, dan ini berdampak makro,” ujar Drajad.

Drajad pun menyampaikan bahwa Pertamina melakukan dua kekeliruan terkait kenaikan harga LPG 12 Kg. Pertama, menurutnya kenaikan harga LPG 12 Kg terlalu besar yaitu hingga 70%. Kedua, Pertamina keliru karena keputusan kenaikan harga tersebut dilakukan di waktu yang tidak tepat, yaitu saat masyarakat baru pulih dari kenaikan harga BBM.

Sementara itu Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy berpendapat, walaupun LPG 12 Kg bukan kebutuhan rakyat miskin, dan kenaikannya bisa ditentukan oleh Pertamina sendiri melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), tapi hal ini perlu dikoordinasikan karena menyangkut produk energi yang dapat mempengaruhi harga kebutuhan lain.

Terkait data dari BPK yang menyatakan Pertamina merugi di sektor gas, Tjatur juga mengatakan bahwa menurut Pasal 2 UU BUMN, tugas atau tujuan pendirian BUMN adalah memberikan sumbangan pada perekonomian nasional.

Baca Juga :  Jonas Salean Berikan Dana PEM kepada Semua Kelurahan

“Tugas atau tujuannya tidak melulu mencari keuntungan, kalau naiknya hingga 70% apa kontribusinya bagi perekonomian nasional?” ujarnya.

Setali tiga uang, Drajad juga mengatakan, pendapat BPK Pertamina merugi itu hanya hitam atas kertas dan belum pasti rugi bila dilihat dari kepentingan nasional.

“Itu kan kerugian negara di atas kertas bukan kerugian negara yang dicuri, masak kasih harga murah ke rakyat merugikan negara,” ungkap wakil ketua DPP PAN tersebut.

Drajad pun menyambung dengan menjelaskan bahwa PAN akan menempuh jalur politik untuk mengoreksi kenaikan harga LPG 12 Kg tersebut. PAN akan mendorong fraksinya di komisi terkait untuk melakukan tugas pengawasannya terhadap Pertamin. Drajad juga yakin bahwa usaha PAN tersebut akan berbuah hasil.

“Saya yakin kesempatan (mengoreksi kenaikan harga LPG 12 Kg) terbuka lebar, kami (lewat fraksi PAN) akan meminta penjelasan dari Pertamina baik mengenai proses pengambilan keputusan menaikkan harga maupun detail produksi dan distribusi LPG 12 Kg tersebut,” pungkas dia. (Ganang)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button