Home / Populer / Manggarai : Eksekusi tanah keluarga Ndaumanu nyaris ricuh

Manggarai : Eksekusi tanah keluarga Ndaumanu nyaris ricuh

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20140123-01138(1)

Moral-politik.com : Pelaksanaan eksekusi sengketa lahan seluas 920 M2 oleh Pengadilan Negeri (PN) Ruteng  di Hombel, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (23/1/2013) nyaris  ricuh. Pasalnya keluarga tergugat (Wihelmus Frederik Ndaumanu)  memintah pihak Pengadilan Negeri Ruteng hentikan eksekusi tanah karena menurut mereka persoalan ini merupakan  persoalan adik dan kakak saja.

“Kami dilahirkan oleh satu bapa dan satu mama. Hakim yang membuat penetapan ini sepihak, seakan-akan hakim memberi parang untuk  keluarga kami,” teriak Wihelmus Edi Ndaumanu

Keluarga Wihelmus Frederik Ndaumanu  menuding ada kejanggalan dalam persengetaan tanah ini.

“Coba bayangkan dalam pembagian tanah ini dulunya di pengadilan pihak pengugat dan Mama kami tidak melibatkan seluruh anak kandungnya. Kami minta hadirkan pengugat di sini, supaya jelas persoalanya,” ungkap Vian Ndaumanu, Putra Wihelmus Frederik Ndaumanu di hadapan wartawan

Sebelumnya,  juru sita PN Ruteng  saat membacakan memori eksekusi juga tidak menghiraukan protes dari keluarga tergugat yang mau menghalangi eksekusi.

“Menolak eksekusi ini karena kita bisa selesaikan persoalan ini secara keluarga. Kami tidak mau eksekusinya dengan cara di gusur. Memang benar ini rumah milik pengugat tetapi kami mohon janga di gusur rumah nenek kami. Kita hanya meminta eksekusi ini ditunda, kita selesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, tidak dengan cara seperti ini . Kalau ada jalan terbaik hendaknya eksekusi ini ditunda dulu,” katanya.

Menanggapi hal itu Yulianus  sebagai juru sita PN Ruteng  mengatakan, pihaknya telah mempertimbangkannya dan eksekusi itu merupakan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Untuk diketahui tanah seluas 920 M2 tersebut terdapat lima unit rumah yang dikontrakan kepada  pihak ketiga dan dikelolah oleh Wihelmus Frederik Ndaumanu (Tergugat). Pihak tergugat memanfaatkan rumah dan lahan yang ada di lahan sengeta tersebut sebab pengugat selama hidupnya berada di Kupang.

Baca Juga :  Ketum MUI tanggapi niat pemerintah gunakan dana Haji

Walaupun ada upaya perlawanan keluarga tergugat, namun pihak PN Ruteng  tetap mengeksekusi tanah tersebut.

Eksekusi ini dijaga ketat oleh 300 personil Kepolisian Resort (Polres) Manggarai, 30 anggota TNI Kodim 1612 Ruteng, dan 50 Satpol PP Kabupaten Manggarai. (Satria)

Pencarian Terkait:

  • Eksekusi rumah di ruteng manggarai

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button