Home / Populer / Manggarai Timur : Puluhan hektar tanaman padi sawah kering

Manggarai Timur : Puluhan hektar tanaman padi sawah kering

Bagikan Halaman ini

Share Button

17

Moral-politik.com : Sawah seluas 60 Ha yang ditanam  padi sawah milik  108 kepala keluarga (KK) di areal persawahan Lake Cewe, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur,  kering total. Air bersumber dari Kali Wae Maras tidak bisa mengalir ke areal persawahan, setelah bangunan saluran irigasi yang dibangun tahun 1976 silam itu rusak berat akibat bencana tanah turun sepanjang 75 meter.

Pantauan Moral-politik.com, Jumat  (31/1) puluhan Ha tanaman padi yang berumur satu hingga dua bulan terlihat kering dan layu. Tanah tebelah karena tidak ada air yang mengalir kesawah.  Tanaman padi ini boleh dibilang gagal total  untuk bisa tumbuh kembali alias bisa hidup. Ada sebagian lahan yang sudah dibajak tapi dibiarkan untuk tidak ditanam padi karena kondisi tanahnya kering, sehingga dengan sendirinya tanaman bibit yang siap ditanam itu jadi kering dan layu

Pada lokasi saluran irigasi tepatnya sekira 1600 meter dari mulut bendungan kali Wae Maras terlihat bangunannya sudah rusak berat akibat bencana tanah turun sepanjang 75 meter. Sebagian saluran irigasi itu tertimbun material longsor yang terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan lebat pada bulan Desember 2013 yang lalu. Di luar hamparan persawahan Lake Cewe terlihat juga tanaman jagung dengan kondisi kering dan gagal panen, karena memasuki Januari 2014 wilayahi itu tidak lagi dituruni hujan

Warga desa Ruan sekaligus pemilik sawah, Stefanus Janggu  Lusia Esi, Yovita Jehanu,  dan Benediktus Jabong, yang ditemui di lokasi Persawahan Lake Cewe,  mengatakan saat ini warga tidak bisa berbuat apa-apa setelah lahan sawah miliknya tidak bisa dikelola karena kering tidak dialiri air setelah bangunan irigasi yang ada tidak berfungsi alias rusak disebab bencana longsor tanah turun. “Pemilik sawah menunggu air hujan namun tak kunjung datang,” katanya.

Baca Juga :  Usai Ahok minta maaf soal Al Maidah 51, bagaimana proses hukum di Bareskrim?

Benediktus mengaku sudah satu bulan lamanya hujan tidak turun lagi seiring dengan usia tanaman padi yang ada. Sawah ini kering karena bangunan saluran irigasi yang ada putus. Kami rugi banyak dengan bencana ini, apa lagi sebelum padi ditanam kami sewa alat bajak untuk membajak sawah dengan harga senilai Rp.400 ribu per 1/4 Ha.

Benediktus menambahkan, selain tanaman padi milik warga yang kering usaha pertanian seperti jagung juga gagal panen karena curah hujang yang kurang menentu. Tanaman kemiri, jambu mete juga tidak berbuah. Kalau pun dalam waktu dekat hujan turun, tetap saja tanaman padi yang ada gagal untuk hidup dan tanaman jagung juga tetap gagal panen. Para warga ini mengaku bakal terjadi bencana kelaparan yang menimpah wilayah desa itu dan sekitarnya.

“Mereka hanya berharap pemerintah segera membantu petani dengan membangun kembali saluran irigasi dan tanah longsor yang menutup saluran. Dengan demikian padi milik warga segera mendapat air,” tutup dia. (Satria)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button