10

 

 

 

Moral-politik.com, Jakarta : Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa dalam pernyataan pers tahunan kemenlu di kantornya, Selasa (7/1/14) mengatakan, kebijakan luar negeri RI selalu mengedepankan diplomasi sebagai alat guna mencapai perdamaian dan kemakmuran bersama antar negara.

“Kementerian Luar Negeri kali ini akan mengusung satu tema yang sifatnya cukup sederhana namun kiranya penuh makna yaitu menempatkan diplomasi sebagai jawaban terhadap berbagai tantangan di hadapan kita bersama,” ucap Marty.

Marty memaparkan, pada tahun 2013 kementerian luar negeri RI sudah membuktikan betapa upaya diplomasi dapat membuahkan hasil yang nyata. Salah satu contoh dari hasil diplomasi adalah mengenai isu senjata kimia di Suriah.

Menurut Marty, terkait isu senjata kimia di Suriah, Indonesia sudah beberapa kali melakukan diplomasi dengan Suriah sehingga situasi konflik yang sedang terjadi di Suriah tidak meningkat tinggi, dan isu penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah pun tidak sampai terjadi.

Lagi, Marty mencontohkan, dalam bidang perlucutan senjata, Indonesia bersama Hungaria di tahun 2013 mendorong pemberlakuan Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty (CTBT).

Marty pun lewat pernyataan persnya berpesan kepada semua diplomat dan duta besar serta pihak-pihak yang terkait agar selalu mengedepankan diplomasi dalam penanganan berbagai isu, baik itu keamanan pangan, keamanan energi, keberlanjutan lingkungan, bencana alam atau keamanan kawasan. (Ganang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

50 + = 53