Home / Populer / Menko Kesra serahkan Kartu Peserta JKN kepada PKL di Pasar Johar

Menko Kesra serahkan Kartu Peserta JKN kepada PKL di Pasar Johar

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

Moral-politik.com : Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR Agung Laksono menyerahkan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada para pedagang kaki lima di Pasar Johar, Jakarta, Kamis (2/12/14).

Penyerahan kartu dilakukan secara simbolik kepada beberapa pedagang kaki lima. Dalam penyerahan kartu tersebut, Agung Laksono didampingi oleh ketua BPJS Kesehatan Fahmi Idris beserta Ketua DJSN Chazali Situmorang.

Agung dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan komitmen dari negara dalam menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Ia pun melanjutkan bahwa tanpa adanya JKN kemungkinan rakyat kecil ataupun pedagang kaki lima akan sulit untuk menjadi sejahtera, sebab setiap manusia tidak selamanya sehat dan bila menderita sakit seseorang pasti akan disulitkan dalam membiayai pengobatannya atau bahkan bisa miskin mendadak karena sakit.

“Orang sakit akan disusahkan oleh biaya pengobatannya. Bahkan bisa menimbulkan masalah keuangan untuk keluarganya atau bisa saja jatuh miskin karna sakit,” ujar Agung.

Agung lalu menjelaskan bahwa JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan membutuhkan kontribusi masyarakat berupa iuran tiap bulannya. Besarnya iuran tergantung kepada status pemilik kartu peserta JKN dan tempat perawatan yang dipilih oleh pemegang kartu peserta JKN.

“Yang memilih dirawat di ruang kelas III akan lebih rendah iurannya dibanding yang memilih dirawat di ruang kelas II. Begitu juga pesertanya, kalau misalnya direktur dengan gaji Rp 10 juta per bulan maka iurannya 5% (dari gaji) lain dengan PKL yang iurannya Rp 25 ribu per bulan,” jelasnya.

Terakhir Agung menuturkan bahwa kartu peserta JKN ini berlaku di Rumah Sakit mana saja di seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak perlu bingung mau berobat ke rumah sakit mana.

Baca Juga :  Pemerintah NTT/Kota belum lakukan apapaun

“Kalau sedang jalan-jalan  ke Bandung, sedang menjajakan barang dagangannya ke luar kota, bila sakit akan dilayani oleh negara. Ini berlaku di rumah sakit mana pun,” ungkap Agung. (Ganang)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button