Home / Gosip / Menyoal Isu Putra Daerah dalam Pilkada

Menyoal Isu Putra Daerah dalam Pilkada

Bagikan Halaman ini

Share Button

76

Oleh Abdullah Apa

 

Moral-politik.com : Hal menarik dan seksi setiap menjelang pilkada yaitu isu putra daerah. Seolah-olah putra daerah menjadi satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin (Wakil Rakyat), sehingga tidak mengherankan seseorang calon menambahkan keterangan putra daerah pada setiap kampanye maupun pada tulisan baliho atau stiker lainnya, yang hanya ingin menarik perhatian rakyat untuk kepentingan diri serta meyudutkan lawan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbut-RI tdk terdapat arti kata Putra Daerah, yang ada hanyalah Bumi Putra yang artinya anak negeri, penduduk asli atau pribumi.

Ada 4 (empat) jenis defenisi putra daerah menurut Teori Samuel P. Huntington antara lain :
1. Putra daerah genealogis/biologis yaitu : seseorg yg dilahirkan di daerah tersebut, baik salah satu atau kedua orang tuanya brasal dari daerah tersebut dan atau mereka yg tdk dilahirkan di daerah tersebut tetapi orang tua mereka dari daerah tersebut.

2. Putra daerah Politik yaitu : putra daerah genealogis yang memiliki kaitan politik dengan daerah tersebut.
3. Putra daerah ekonomi yaitu : putra daerah genealogis yang karena kapasitas ekonominya kemudian memiliki kaitan daerah asalnya melalui kegiatan infestasi atau jaringan bisnis.
4. Putra Daerah Sosiologis yaitu : mereka yang bukan saja memiliki kerkaitan genealogis dengan daerah tersebut tetapi juga hidup, tumbuh, besar dan berinteraksi dengan masyarakat derah tersebut.

Olehnya itu putra daerah tidak dapat dimaknai dengan arti yang sempit sebagai orang yang merupakan penduduk atau suku asli dari suatu daerah tersebut. Karena di dalam daerah itu hidup beragam suku atau ras dari berbagai daerah yang datang dan menetap di daerah tersebut, inilah kekayaan budaya bangsa.

Baca Juga :  Ada 3 polisi pangkat kompol di kematian Nasrudin Zulkarnaen...

Isu putra daerah akan memicu timbulnya semangat primordialisme atau rasa kesukuan yang berlebihan, yang dapat mengancam keutuhan suatu daerah bahkan Negara RI.

Tetapi yang perlu di maknai adalah tanggungjawab, pengabdiannya dan membangun untuk rakyat secara kompleks di daerah tersebut, sehingga tidak ada bahasa yg keluar bahwa ini orang Arab, Bugis, Jawa, Cina, Batak, Flores dll kenapa dia datang atau maju di daerah ini. Salam perjuangan !

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button