Home / Kaukus / MK bikin keputusan aneh, Mahfud MD: Sudah Diputuskan Maret 2013

MK bikin keputusan aneh, Mahfud MD: Sudah Diputuskan Maret 2013

Bagikan Halaman ini

Share Button

16

Moral-politik.com : Apa jadinya lembaga Mahkamah Konstitusi yang paling terhormat di bumi Nusantara ini jika telah pernah memutuskan pemilu serempak di 2019 pada Maret 2013, lalu pada sidang MK hari ini, Kamis (23/1/2014), menyatakan menerima permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (UU Pilpres) yang diajukan Aliansi Masyarakat Sipil.

Mantan Ketua MK Mahfud MD menguak tabir itu bahwa keputusan Pemilu serentak sudah diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) pada 26 Maret 2013. Kala itu, dirinya masih menjabat Ketua MK. Kemudian tak sampai 1 pekan, 1 April 2013 Mahfud tak lagi menjabat posisi itu.

“Sudah diputuskan itu, seingat saya kalau ndak salah tanggal 26 Maret 2013. Waktu saya masih menjabat Ketua MK. Saya kan selesai jabatan 1 April 2013,” kata Mahfud saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (23/1/2014), lansir Liputan6.com.

Aliansi yang digawangi Effendi Gazali dan kawan-kawan pada Januari 2013 mengajukan uji materi kepada MK. Saat itu, lanjut Mahfud, MK langsung menggelar RPH untuk memutuskan. Para hakim yang hadir antara lain Akil Mochtar, Hamdan Zoelva, dan Maria Farida.

“Iya diputuskannya di RPH, sama Pak Hamdan Zoelva yang sekarang menjadi Ketua MK,” terangnya.

Lalu, mengapa MK baru sekarang ‘mengumumkan’ keputusan itu? Mahfud enggan mengomentarinya. “Kalau itu saya ndak berwenang lagi. Itu urusannya pengurus MK yang sekarang. Yang pasti sudah diputuskan saat saya menjabat di MK,” tandas Mahfud.

Ada dagelan apalagi yang dimainkan oleh MK? Semoga Ketua MK Hamdan Zoelva berkemauan baik untuk mengklarifikasi keputusannya itu, sekaligus alasan mengapa MK memilih prinsip hukum dagang yaitu win-win solution, bukan menolak atau menerima tanpa prasyarat?

Baca Juga :  Ternyata Veronica Basuki piawai bermain piano

Persoalannya kini, saya bisa saja mengkonklusikan bahwa MK telah menetapkan keputusan yang inkonstitusional. (vincent)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button