Home / Sport / Oknum pegawai PU TTS diduga peras OMS Desa Nulle

Oknum pegawai PU TTS diduga peras OMS Desa Nulle

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

Moral-politik.com : Pengurus Organnisasi Masyarakat Sipil (OMS) Desa Nulle keluhkan tindakan oknum pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Timor Tengah Selatan, Semy Tahun karena menyita rekening OMS dan diduga memeras pengurus OMS di desa tersebut.

Pasalnya, setiap mengunjungi desa itu, pendamping program PPIP desa itu yang berasal dari Dinas PU TTS, meminta pengurus OMS menyiapkan uang transport.

Hal ini disampaikan Ketua OMS proyek PPIP Desa Nule, Matias Balan kepada wartawan di kediamannya, Selasa (28/1/2014).

Menurutnya, penyitaan atas rekening OMS tersebut dilakukan berkaitan dengan proyek PPIP untuk pengerjaan ruas jalan di desa itu sepanjang 2.600 meter menggunakan anggaran senilai Rp250 juta.

“Kami sebagai pelaksana di lapangan sangat sesalkan tindakan Semy Tahun sebagai pendamping PPIP Kecamatan Amanuban Barat yang menyita buku rekening kami. Selama ini, kami bekerja dilapangan, tetapi tidak kelola uang karena buku di ambil oleh Semy Tahun,” katanya.

Saat pelaksanaan program PPIP masuk desa itu, kata dia, pihaknya diminta untuk membuka dua buku rekening yakni satu yang bernilai Rp50 ribu dan satunya lagi  saldonya Rp100 ribu. Kedua buku tersebut ditandatangani ketua dan bendahara OMS.

Herannya, usai membuka rekening, tanpa alasan yang jelas, Semy Tahun langsung menyita kedua buku rekening tersebut. “Waktu itu dia beralasan, hanya untuk mengisi nomor rekening tetapi sampai sekarang belum dikembalikan. Kami sebagai pelaksana di lapangan tidak mengerti tujuan dia mengambil buku rekening kami. Saat pencairan dana tahap pertama sebesar Rp100 juta dan tahap dua Rp70 juta lewat BNI Cabang Soe, dia sudah siapkan slipnya untuk kami tandatangani,” ujarnya.

Uang tahap pertama dan kedua yang telah dicairkan itu, kata dia, sebesar Rp90 juta dibayar ke suplayer CV.Kasih Ibu. “Sisa dana tahap ketiga sampai sekarang belum dicairkan padahal kami sudah laksanakan pekerjaan sejak tahun 2013 lalu,” ungkapnya. (lima)

Baca Juga :  Diduga Ada Unsur Bisnis Terkait Penolakan Mahasiwa Akper Mandiri

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button