Home / Populer / PDIP NTT beri bantuan hukum bagi Ketua DPC Rote Ndao

PDIP NTT beri bantuan hukum bagi Ketua DPC Rote Ndao

Bagikan Halaman ini

Share Button

16

 

 

Moral-politik.com : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap memberikan bantuan hukum kepada Ketua DPC PDIP Rote Ndao Yunus Fanggidae.

Untuk diketahui, Yunus Fanggidae diduga terlibat dugaan kasus korupsi pembangunan 25 unit rumah nelayan di Dusun Maeoe, Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko Kabupaten Rote Ndao. Polres Rote Ndao sudah menahan Yunus Fanggidae sejak, Jumat (3/1) lalu.

Sekretaris DPD PDIP NTT Nelson Matara yang dihubungi wartawan pertelepon, Kamis (16/1) kemarin mengatakan, PDIP NTT siap memberi bantuan hukum terhadap tersangka dengan menyiapkan kuasa hukum.

“Kita siap kuasa hukum untuk dampingi tersangka,” kata Nelson.

Nelson menyampaikan, harapan PDIP adalah proses hukum terhadap tersangka lebih cepat dan tuntas agar menjadi suatu kepastian bagi masyarakat sebagai pencari keadilan. Proses hukum perlu dijunjung tinggi sehingga diharapkan penegak hukum bekerja secara profesional.

Ditanya mengenai status Yunus Fanggidae sebagai ketua DPC PDIP Rote Ndao, Nelson menjelaskan masih menunggu kepastian hukum. Partai baru bersikap setelah adanya kepastian hukum.

“Yunus Fanggidae ikut Caleg di Rote dan juga ketua DPC PDIP Rote Ndao, tapi sampai sekarang status dia baru tersangka, jadi kita tunggu kepastian hukum,” katanya.

Pernah diberitakan, setelah menyandang status tersangka sejak tahun 2011 lalu, pihak Polres Rote Ndao baru menahan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 25 unit rumah ramah bencana di Dusun Maioe Desa Pukuafu Kecamatan Landuleko, Junus Fanggidae pada Sabtu, 3 Januari 2014.

Hal ini dikemukakan Kapolres Rote Ndao, AKBP Hidayat melalui Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP. Benjamin Nikijiluw saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (4/1) siang.

Menurutnya, penahanan terhadap tersangka yang diketahui bersatus sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu karena diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah untuk para nelayan di dusun Maioe.

Baca Juga :  Maria Lina tidak sakit stroke di rumah sakit, hanya duduk di emperan

Dalam kasus tersebut kata Benyamin, Yunus Fanggidae SE berperan sebagai pelaksana proyek. Masih menurutnya, penahan terhadap Yunus dilakukan setelah penyidik berhasil menciduk Direktur CV. Lince Romauli, Markus Banya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

“Selama ini tersangka Markus Banya sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Rote Ndao. Kami sudah menciduk Markus Banya di Kota Kupang,” katanya.

Selanjutnya lanjut Benyamin, pihaknya akan mengkonfortir kedua tersangka guna mengetahui peran kedua tersangka dalam proyek pekerjaan tersebut yang mengakibatkan negara mengalami kerugian.

“Markus Banya saat ini belum ditahan karena akan dipertemukan dengan Yunus Fanggidae sehingga diketahui secara jelas sejauh mana keterlibatan mereka  dan kemungkinan besar setelah dikonfrontir selanjutnya Markus Banya akan ditahan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam proyek itu Markus Banya bertindak sebagai pemegang kuasa direktur PT. Lince Romauli sedangkan Yunus Fanggidae, SE berperan sebagai kontraktor pelaksana di lapangan.

Ditambahkan Benyamin, penetapan tersangka serta penahanan terhadap calon anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan I Rote Ndao itu didasari oleh sejumlah bukti yang ditemukan penyidik saat melakukan pemeriksaan dalam kasus tersebut.

Dikatakannya, sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan BPKP NTT, dalam proyek pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao itu menyebabkan terjadi kerugian negara senilai Rp200. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button