14

 
Moral-politik.com : Penyerahan Santunan Kematian yang menjadi program Pemerintah Kota Kupang sepertinya masih ada pilih kasih pada penerima bantuan. Hal ini dialami oleh keluarga Fredy Modok, warga Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Fredy yang merupakan keluarga tidak mampu tidak mendapat bantuan Santunan Kematian meskipun dia memiliki kartu tanda tidak mampu seperti, Kartu Jamkesda, dan Kartu Penerima Raskin.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Kupang Amsoleman Nenosaban kepada Moral-politik.com, di Kupang, Sabtu (18/01/2014).

Ia mengatakan, mestinya Fredy Modok mendapat bantuan tersebut karena  mengantongi kartu identitas miskin. Sesuai juknis, penerima bantuan haruslah orang yang menerima santunan harus punya kartu identitas miskin dan penyerahan dilakukan oleh pihak kelurahan saat sambutannya menjelang acara penguburan.

Namun yang dialami Fredy Modokh beda. Meskipun pihak RT setempat telah mengabarkan kematian kepada pihak kelurahan dan ketika itu, Lurah Maulafa sendiri yang membawa sambutan kematian, namun Santunan dan Akte Kematian yang seharusnya diberikan kepada keluarga Fredy Modok, tidak diberikan oleh lurah. Bahkan akte kematian yang diurus pada Dinas Kependudukan sebagai dinas yang mengelola santunan kematian dan pemberi akte kematian, hingga saat ini belum juga diberikan.

“Saya menduga masih ada kepentingan lain soal pemberian santunan kematian. Di tempat lain banyak warga yang dengan mudah memperoleh santunan kematian. Namun pada tempat-tempat tertentu, warga tidak mendapat santunan itu, meskipun mereka mengantongi kartu identitas miskin sesuai juknis untuk mendapatkan bantuan,” sesal Ams.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Pemerintah Kota Kupang lebih adil lagi dalam memberi bantuan kepada masyarakat dan jangan ada pilih kasih karena kepentingan politik. (nyongky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 78 = 88