Home / Sport / Pemilik lahan segel Pustu Fatukoa

Pemilik lahan segel Pustu Fatukoa

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

Moral-politik.com : Warga  Rt.22 Rw.O7  Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang lakukan penyegelan  Puskesmas Pembantu (Pustu) Fatukoa. Penyegel Pustu oleh warga bertempat di Rt.01 Rw. 0W Kelurahan Fatukoa dengan alasan  pemerintah kota (pemkot) Kupang dinilai tidak menepati janji soal rencana ganti rugi tanah tersebut kepada pemilik lahan yang menyerahkan tanah tersebut.

Pemilik lahan Ams Nahas  yang ditemui di kediamannya kepada wartawan, Jumat (10/1) menuturkan, sejak tanah ini diserahkan dan selanjutnya dilakukan pembangunan hingga sekarang tidak pernah mengganti rugi, bahkan sertifikat saya belum dikembalikan dengan alasan untuk membeli sertifikat tersebut.

“Sebelum menyegel tempat tersebut sekitar pukul 08.30 Wita dirinya mendatangi kantor lurah untuk melaporkan  namun tidak ada seorang pun berada di kantor itu,” katanya.

Ia menuturkan, pada tahun 1992  Pustu pemerintah Kota Kupang yang saat itu dipimpin oleh Mantan Walikota Kupang S.K lerik, ia dihubungi oleh  Martinus Rupiasa yang saat itu menjabat sebagai  Lurah Fatukoa bahwa Pemkot Kupang ingin membangun Pustu di atas tanah miliknya. Kemudian ia pun mengiayakan dan memberikan tanah tersebut secara cuma-cuma.

Setelah melalui pertemuan antara dirinya dan lurah pada tahun 2005, lanjut Amnahas, dirinya menyerahkan Sertifikat Tanah tersebut kepada Martinus Rupiasa, namun hingga kini sertifikat itu belum juga dikembalikan oleh Pemkot Kupang.

Amnahas mengakui kalau dirinya telah berulang kali menghubungi mantan Lurah Martinus Rupiasah untuk mempertanyakan keberadaan sertifikat tersebut, namun Rupiasah menyampaikan kalau dirinya tidak mengetahui dimana sertifikat itu di simpan.

“Saya sudah tanya namun mantan lurah bilang sertifikat itu sudah di Pemkot Kupang jadi dia tidak tahu,” tuturnya. (nyongky)

Baca Juga :  Rote Ndao: Polres Pulbaket Proyek Kantor Camat Landu Leko

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button