Home / Sport / Pemkab TTS salurkan babi penyakit

Pemkab TTS salurkan babi penyakit

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

Moral-politik.com : Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) salurkan babi penyakit kepada 10 kelompok penerima bantuan yang tersebar di beberapa Kecamatan se-Kabupaten TTS.

Pasalnya dari 11 ekor babi pernakan yang diberikan kepada kelompok Kokpit Nunumeu Soe, enam ekornya mati setelah diterima dari Dinas Peternakan setempat sedangkan Kelompok Melalete delapan ekor mati tiga ekor hidup

Ketua Kelompok Komite Nasional Korban Politik (Kokpit) Eks Timor-Timor, Anderias Faot saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (10/1) kemarin mengatakan kelompok Kokpit mendapat bantuan peranakan babi bampres sebanyak 11 ekor.

Menurut Faot, babi bantuan dari Dinas Peternakan TTS kepada kelompok Kokpit sebanyak 11 ekor diterima pihaknya pada 16 Desember 2013 lalu yang terdiri dari 10 ekor betina dan satu ekor jantan. Sepekan setelah menerima babi bantuan itu, dua ekor mati berentetan.

“Sampai sekarang hanya sisa lima ekor saya yakin semuanya akan mati karena kondisi tubuh babi saat ini tidak stabil. Saya yakin akan mati karena waktu diturunkan ke sini sudah kelihatan lemah. Awalnya kami berpikir karena lapar tetapi setelah dikasi makan namun babi-babi itu tidak makan,” katanya.

Diungkapkannya, babi bampres setinggi 50 cm kebawah yang saat ini berusia diperkirakan 3 bulan tersebut saat ini kondisi babi-babi tersebut memprihatinkan.

“Petugas dari dinas peternakan serta mantri hewan dari tingkat kecamatan sudah sudah turun ke lokasi dan suntik tetapi kondisi babi-babi itu belum pulih kembali,” ungkapnya.

Terhadap persoalan itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Elisama M.S. Boru didampingi drh. Marthen Banunaek, PPTK, Ir Dominggus Pandi dan tim selektor Toni Tallo saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/1) mengatakan terdapat 10 kelompok yang mendapatkan babi bantuan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Sumba Barat telah diperiksa Kejari Waikabubak

“Masing-masing kelompok mendapat 11 ekor babi. Total anggaran secara keseluruhan bersumber dari APBD Kabupaten TA.2013 senilai Rp.178.131.000.Pengadaan dilakukan oleh CV. Kalingara Soe dengan kuasa Direktur, Melki Suat,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah babi yang diadakan menggunakan anggaran yang tersedia sebanyak 110 ekor. Saat babi-babi tersebut dibagikan rekanan yang memenangkan proyek ungkapnya, babi tersebut ada yang sudah mati.

“Kami belum tahu virus yang menyerang bantuan babi peranakan tersebut hingga mati,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, drh. Marthen Banunaek menjelaskan, babi yang disalurkan berdasarkan spesifikasi babi peranakan berumur 2-3 bulan berat badan 10-15 kg. disamping itu, babi yang disalurkan bukan babi lokal tetapi babi peranakan.

“Kami sudah hubungi penyedia dan ada sejumlah babi yang mati sudah diganti,” katanya.

Ditambahkannya, hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya atas babi-babi tersebut menunjukan, babi tersebut mati karena mencret namun virus penyakit penyebabnya belum terdeteksi karena pihaknya alami kekurangan Laboratorium.

Dilain pihak sebutunya, babi-babi tersebut mati disebabkan karena stres dan belum bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

“Mungkin babi-babi itu stres karena lokasi baru jika dipindahkan butuh penyesuaian, bukan hanya babi tetapi sapi pun jika dipindahkan kondisi tubuh akan mengalami penurunan mencapai 30 persen akan pulih kembali,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button