Home / Populer / Penahanan Anas merupakan prinsip penegakkan hukum

Penahanan Anas merupakan prinsip penegakkan hukum

Bagikan Halaman ini

Share Button

16

 

 
Nusa Tenggara Timur, Moral-politiki.com : Paul Sinlaeloe, aktivis PIAR NTT mengatakan, kalau pun ada deal-deal sewaktu Abraham Samad melobi Anas Urbaningrum agar partai Demokrat yang dipimpin Anas memberikan dukungan kepada Samad untuk lolos sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harus diabaikan.

Demikian ungkap Paul Sinlaeloe ketika dihubungi Moral-politik.com melalui SMS, Selasa (14/1/2014) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Paul menuturkan, dirinya setuju dengan sikap Ketua KPK Abraham Samad untuk menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka, kemudian ditahan guna mempermudah proses penyidikan lebih lanjut.

Ketika diberondong dengan pertanyaan, motivasi Samad menahan Anas, murni demi penegakkan hukum atau ingin pamer sosok sebagai pemberantas koruptor, apalagi diduga oleh loyalis Anas, bahwa itu untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas Samad yang juga adalah salah satu Bakal Calon Presiden, Paul mengatakan, itu bukan motivasi, tapi prinsip yang harus dipegang oleh para penegak hukum.

“Apapun alasannya penegakkan hukum di atas segala-galanya,” tukas Paul.
Paul menambahkan, sekarang ini terpulang kembali kepada Anas untuk bisa membuktikan bahwa semua yang disangkakan Samad Cs itu tidak cukup bukti, sehingga dirinya harus dibebaskan dan diputihkan.

“Abraham Samad juga harus adil, jujur dan terbuka jika ternyata di kemudian hari Anas tidak terbukti sebagaimana disangkakan terhadapnya, maka ia harus diputihkan dan dibebaskan,” pungkas dia. (erny)

Baca Juga :  PDIP : Bangsa ini butuh presiden yang mampu bukan hasil survei

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button