Home / Populer / Pengacara Anas bingung, ‘teori hukum apa yang digunakan KPK’?

Pengacara Anas bingung, ‘teori hukum apa yang digunakan KPK’?

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

Moral-politik.com : Bagi yang belajar hukum pasti mengenal persis tentang teori hukum murninya Hans Kelsen. Teori inilah yang selalu diharapkan jadi acuan bagi para penegak hukum dalam menjalankan tugas-tugasnya agar hukum benar-benar ditempatkan sebagai panglima.

Jika hukum tidak ditempatkan sebagai panglima, maka sangat terbuka kemungkinan terjadinya seabrek penyimpangan yang akan menodai kesucian hukum itu sendiri.

Salah satu bukti adalah pada kasus yang baru saja dialami oleh tersangka Anas Urbaningrum. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dijerat dalam tiga kasus gratifikasi, yakni pada proyek Hambalang, pengadaan vaksin PT Bio Farma Bandung, dan pengadaan laboratorium kesehatan di Universitas Airlangga. Akibatnya Pengacara Anas, Carrel Ticualu bingung karena dirinya mengaku hanya tahu kasus Hambalang.

Melansir Viva.co.id, Carrel mengungkapkan, KPK tidak mengatakan apapun saat tim pengacara mendatangi penyidik untuk mempertanyakan redaksional surat pemanggilan Anas, 7 Januari lalu. Di surat itu, tercantum bahwa Anas dipanggil sebagai tersangka untuk proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya.

“Nah, kami tanyakan maksud dari ‘proyek-proyek lainnya’ itu apa. Tapi mereka (penyidik) tidak memberi tahu. Makanya kita bingung, ini dua kasus lainnya dari mana,” kata Carrel saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 11 Januari 2014.

Carrel mempertanyakan dua kasus terbaru yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Semestinya kan dua kasus itu dimulai dari penyelidikan dong. Tidak tiba-tiba muncul di penyidikan,” kata Carrel.

Sementara itu, tim pengacara tidak mendampingi Anas di pemeriksaan perdananya sebagai tersangka, Jumat kemarin. Diberitakan sebelumnya, Anas langsung ditahan di Rutan KPK.

Itulah hukum, antara harapan dan kenyataan jarang bisa bersepakat demi supremasi hukum. (erny)

Baca Juga :  BaraJP Malaysia Minta Jokowi Tiru Filipina Bagaimana Urus TKI

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button