Home / Populer / Pengakuan suap Rp 24 M, Partai Gerindra tunggu aksi KPK

Pengakuan suap Rp 24 M, Partai Gerindra tunggu aksi KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button

28

Moral-politik.com : Partai Gerindra hingga saat ini menunggu reaksi atau aksi nyata dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pernyataan mantan Ketua Mahkama Konstitusi (MK) Akil Mocthar yang ditayangkan melalui runingg tesk Metro TV pada Minggu (19/1/2014), yang menyatakan bahwa dirinya menerima suap sebesar Rp 24 miliar dari dua anggota DPR-RI untuk memenangkan paket Frenly (Frans Lebu Raya-Beni Litelnoni) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2013 lalu.

Isidorus Lilijawa, anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Gerindra yang ditemui Moral-politik.com, Sabtu (26/1/2014) mengatakan, terkait dengan pernyataan atau pengakuan mantan Ketua MK yang menyatakan bahwa dirinya menerima suap senilai Rp 24 M dari dua orang anggota DPR-RI (SN dan HH) untuk memenangkan Paket Frenly pada Pilgub NTT 2013 lalu, pihaknya masih menunggu aksi nyata dari KPK untuk mengatasi masalah itu.

Untuk itu, kata dia, KPK harus segera beraksi secara nayata menelusuri pengakuan mantan Ketua MK dengan cermat agar bisa mengungkap masalah tersebut, karena ini merupakan satu pengakuan yang mengagetkan publik NTT.

“Kami dari partai Gerindra masih menunggu aksi nyata terkait pengakuan mantan Ketua MK Akil Mocthar yang mengaku bahwa dirinya menerima suap senilai Rp 24 M untuk memenangkan Paket Frenly dalam Pilgub NTT 2013 lalu,” katanya.

Pengakuan Akil, lanjutnya, bukanlah sebuah pengakuan yang tanpa didasari hukum, pengakuan Akil merupakan pengakuan secara resmi sehingga KPK harus menelusuri pengakuan Akil dengan sesegera mungkin.

“Harus dilakukan penelusuran lebih dalam lagi terkait pengakuan Akil, jangan hanya sebatas mendengar pengakuan itu saja, lalu tak ditelusuri,” tegasnya.

Jika itu benar, katanya, maka publik akan bertanya-tanya serta menilai proses Pilgub NTT yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

Baca Juga :  Relawan Jokowi Presiden Ku merespons pernyataan "Petugas Partai"

Secara terang-terangan dirinya mengatakan bahwa tim advokasi umum paket Esthon-Paul telah merespon hal itu, sehingga partai Gerindra akan menunggu hasilnya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button