Home / Sport / Perdamaian Keluarga Henuk dan Nassa difasilitasi Kapolres

Perdamaian Keluarga Henuk dan Nassa difasilitasi Kapolres

Bagikan Halaman ini

Share Button

55

 
Moral-politik.com : Polres Rote Ndao memfasilitasi proses perdamaian antara keluarga Henuk dan Nassa yang sebelumnya bertikai menyebabkan meninggalnya Salmun Nasa dan Yakobis Henukh, beberapa waktu lalu.

Pantauan wartawan, proses perdamaian yang berlangsung di Aula Mapolres Rote Ndao, Sabtu (11/1) siang yang lalu, dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Maneleo kedua suku. Acara perdamaian itu juga disaksikan Kapolres Rote Ndao, AKBP. Hidayat, Bupati Rote Ndao Leonard Haning, Ketua DPRD Propinsi NTT, Ibrahim Agustinus Medah dan anggota DPR RI, Charles Mesang

Proses perdaiaman itu diawali dengan seremoni adat yang dipandu Simon Markus Modok  dengan menuangkan minuman keras jenis sopi sebagai lambang perdamain antara kedua belah pihak.

Kapolres Rote Ndao AKBP. Hidayat pada kesempatan itu mengatakan, perdamaian yang dilaksanakan itu dilakukan atas permintaan para tokoh masyarakat dan juga kesepakatan keluarga agar pihak kepolisian memfasilitasi proses perdamaian tersebut.

Ditambahkannya, pelaksanaan proses adat itu merupakan salah satu upaya untuk penciptaan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat serta terjalinnya hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak.

“Proses perdamain telah dilaksanakan tetapi proses hukum akan terus berlanjut sebab ada korban jiwa,“ jelas Hidayat.

Sebelumnya, dua Kelurahan warga Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut masing-masing Salmun Nasa dan Yakobis Henukh tewas dalam kasus pembunuhan yang terjadi di lokasi persawahan Pahdanon, Sabtu (4/1).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, kejadian teragis itu bermula saat dua ekor babi milik Salmun Nassa memasuki sawah milik Yakobis Henuk dan merumput tanaman milik Henukh.

Menyaksikan hal itu, Henuk sempat mengusir babi tersebut agar tidak merusak tanaman di sawah miliknya. Entah karena tak menggubris dirinya, Henuk langsung mengejar kedua ekor babi tersebut.

Baca Juga :  Tahun 2013, 29 kasus ditangani PHI Kupang

Saat mendapatkan kedua ekor babi tersebut dan disulut emosi, Henuk langsung membantai kedua ekor babi itu hingga mati.

Mendapat informasi kedua babi tersebut mati karena dibantai, pemilik Babi, Salmun Nassa langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemui Henuk.

Entah karena disulut emosi, Salmun langsung memarahi Hanuk. Tak menerima dimarahi, Henuk pun naik pitam sehingga aksi saling menyerang antara keduanya pun tak terhindarkan lagi.

Aksi saling menyerang menggunakan senjata tajam antara keduanya yang tersulut emosi sulit dibendung oleh warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Dalam duel antara Nassa dan Henuk tersebut, Nassa langsung tewas di TKP usai ditebas Henuk.

Sementara Henuk yang mengalami luka bacok pada sejumlah bagian tubuhnya sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a untuk mendapat pertolongan medis namun naas menmpanya, sebab 20 menit berselang usai mendapat perawatan di RSUD Ba’a, Henuk mengehmbuskan nafas terakhir.

Dalam aksi pembunuhan antara Henuk dan Nassa tersebut terdapat dua warga lainnya yang terluka yakni Sakarias Ndu’ufi (54) warga RT.28/RW. 18 Kelurahan Busalangga yang sementara di rawat di RSUD Ba’a dan Alfonsus Ndu’ufi (35) warga RT.23/RW.12 Kelurahan Busalangga sempat menjalani perawatan di RSUD Ba’a namun dikembalikan karena mengalami luka ringan. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button