Home / Populer / Perlawanan Pasek : Partai Demokrat milik publik

Perlawanan Pasek : Partai Demokrat milik publik

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

Moral-politik.com : Pemecatan yang dilakukan oleh Partai Demokrat terhadap sejumlah kader terbaiknya menuai diskursus panjang, bahkan boleh dikatakan sebagai perlawanan untuk meluruskan kembali AD/ART partai berlambang mercy itu.

Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Gede Pasek Suardika tidak serta merta menerima begitu saja pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya oleh petinggi Partai Demokrat, dan dicopot dari Anggota DPR.

Pasek menuturkan bahwa dirinya dan sejumlah kader Partai Demokrat lain yang pernah dipecat secara tidak jelas oleh partainya itu, saat ini sedang melakukan konsolidasi untuk merubah sistem demokrasi di partai yang saat ini diketuai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya masih tetap di Demokrat. Bahkan saya juga mempersiapkan diri karena beberapa teman di DPC dan DPD yang dipecat secara tidak benar itu sedang konsolidasi juga. Jadi mereka dipecat tanpa alasan yang jelas tanpa prosedur. Pokoknya dipecat saja. Ini partai harus kita pertahankan jadi partai yang demokratis,” kata Pasek di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/1/2014), lansir Tribunnews.com.

Menurut Pasek, dia juga tak pernah melanggar kode etik seperti yang tercantum dalam surat pemecatan dirinya.

“Partai ini bukan milik pribadi, bukan properti pribadi sebagian sahamnya sudah milik publik, sehingga harus mengikuti aturan publik juga dan sama perlakuannya baik dia ketua harian atau kader biasa seperti saya. Karena di AD ART sama. Yang berbeda adalah kewenangan ketika menjalankan tugas saja,” ujarnya. (erny)

Baca Juga :  Megawati kesal, pernyataan Ahok selalu menjadi sentimen negatif !

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button