Home / Sport / Petani Desa Air Mata keluhkan pupuk

Petani Desa Air Mata keluhkan pupuk

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

Moral-politik.com :  Kelangkaan pupuk kembali terjadi di Desa Air Mata, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kelangkaan pupuk itu membuat para petani di Desa tersebut mengeluh karena hingga saat ini sawah yang sudah dikerjakan belum disirami pupuk.

Min, salah satu petani yang ditemui Moral-politik.com, Selasa (14/1/2014), mengatakan, hingga saat ini pupuk masih langka di Desa Air Mata. Hal ini membuat hampir secara keseluruhan sawah yang sudah ditanami padi belum diberikan pupuk.

Min mengaku kelangkaan pupuk di Desa Air Mata sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu. Hal ini membuat produksi padi di Desa Air Mata menjadi berkurang dari tahun-tahun sebelumnya karena kelangkaan pupuk.

“Sampai sekarang pupuk belum juga ada, sawah-sawah yang sudah ditanami padi belum disiram pupuk, kami takut hasilnya kurang dari sebelum-sebelumnya,“ katanya.

Menurutnya Toko Kembang Sari adalah sala satu distributor di Desa Air Mata menjanjikan para petani untuk mengambil pupuk pada Kamis (16/1) mendatang karena pupuk akan diturunkan pada hari ini. Untuk itu para petani diminta dapat mengambil pupuk pada Kamis (16/1).

Namun, kata dia, para petani tidak seenaknya dapat mengambil pupuk, petani yang dilayani pupuk itu, yang terdaftar didalam kelompok tani ang telah di inventaris oleh pemerintah setempat karena mengingat stok sangat terbatas.

“pupuk sudah langka sejak tahun 2013 lalu, akibatnya hasil padi sangtat kurang dari yang diharapkan,“ jelasnya.

Min menjelaskan, hasil produksi padi secara keseluruhan dirasakan berkurang dari sebelumnya setelah kelangkaan pupuk terjadi. Dirinya mencontohkan biasanya dirinya menghasilkan beras mencapai 1-2 ton namun karena kelangkaan pupuk hasilnya tidak mencapai seperti itu.

Dirinya berharap  kelangkaan pupuk di Desa Air Mata segera berakhir sehingga produksi padi di desa itu tidak berkurang dari sebelumnya. Selain itu dirinya juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kelangkaan pupuk tersebut.  (richo)

Baca Juga :  PNS Pengadilan Tipikor Kupang keluhkan listrik mati-hidup

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button