Home / Populer / PKS dukung Megawati Capres, PDIP setuju. ‘Quo vadis Jokowi’?

PKS dukung Megawati Capres, PDIP setuju. ‘Quo vadis Jokowi’?

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

 

Moral-politik.com : Ini memang tahun politik, tahun 2014. Segala trik selalu dimainkan baik untuk menarik simpatik, memecah belah, atau apalah namanya.

Di tengah-tengah Indonesia memberikan apresiasi tingkat tinggi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres dari PDIP, sembari menanti keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Partai Keadilan Sejahtera memainkan satu jurus baru yang elok, bak pedang bermata dua.

PDIP sendiri ikut larut dalam permainan PKS, entah sudah direncanakan terlebih dahulu atau mumpung terbuka peluang untuk masuk dan berkolaborasi.

Contoh dari sikap PDIP bisa dilihat dari caranya menyambut baik sinyalemen dukungan PKS kepada Megawati Sukarnoputri untuk maju pada pilpres 2014. Dukungan itu menjadi tanda bahwa PKS bisa memahami nasionalisme, pluralisme, dan Pancasila di Indonesia.

“Kami bersyukur kalau ada partai yang mendukung Bu Mega, termasuk PKS,” kata Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri ketika dihubungi Republika, Jumat (24/1), lansir Republika.com.

Rokhmin menyatakan, Megawati sebenarnya relatif tidak memiliki persoalan dengan PKS. Karena Megawati menilai eksistensi partai Islam masih diperlukan Indonesia.

Rokhmin bahkan menyebut Megawati sempat khawatir partai Islam hancur karena kasus-kasus korupsi yang menjerat para elitenya. “Bu Mega tidak ingin partai Islam terpuruk,” ujar Rokhmin.

Rokhmin menyatakan Megawati selalu mengidamkan demokrasi yang dinamis dan seimbang di Indonesia. Agar kekuatan nasionalis dan agama bersatu padu membesarkan Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno.

Dalam konteks itu Rokhmin mengatakan Megawati khawatir kehancuran partai Islam bisa membuat bangsa Indonesia makin terpuruk.

Rokhmin mencontohkan, Megawati pernah menganalisis mengenai partai Islam. Menurutnya, jika partai Islam menyusut, maka saluran politik generasi muda Muslim akan semakin tersumbat.

Baca Juga :  Ini alasannya Ahok Tak Beli Mobil Dinas untuk Pejabatnya

Alhasil bahaya radikalisme dan terorisme bisa meningkat. “Bu Mega tidak ingin partai Islam terpelanting dan menciptakan garis keras serta terorisme,” katanya.

So, apakah ini merupakan awal atau akhir koalisi besar PKS dan PDIP untuk mengusung Megawati capres 2014? Setidaknya Jokowi tahu skenario ini, bahwa jika Megawati tak memberikan signal untuk Jokowi maju maka dirinya akan fokus menyelesaikan seabrek permasalahan Jakarta hingga tuntas. Begitu, ‘kan?

 

Penulis : Vincentcius Jeskial Boekan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button