Home / Populer / PKSGP Sinode GMIT diduga gelapkan dana Rp. 467 Juta

PKSGP Sinode GMIT diduga gelapkan dana Rp. 467 Juta

Bagikan Halaman ini

Share Button

27

 

Moral-politik.com : Pemegang Kas Sentralisasi Gaji Pokok (PKSGP) pada Sinode GMIT Kupang Ance Lobo,  diduga telah menggelapkan dana sebesar Rp. 467.313.895 . Dugaan itu berdasarkan temuan dari Tim Khusus II Hukum, Advokasi dan Perdamaian yang beranggotakan Pdt. Laazar P. F. de Haan, Pdt. Susana H. Lelang-Mauko, Pdt. Agustina Oematan-Litelnoni, Pdt. Nontje Manu-Kaho, dan Bapak Mell Adoe setelah mendapat informasi dari Sekertaris bidang SGP dan Ketua BP3S.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh media ini dari sumber yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan, Ance Lobo telah terbukti menggelapkan dana sebesar Rp. 467 juta dan tim khusus berhasil menemukan adanya penggelapan itu.

Sesuai dengan rekomendasi yang diperoleh, Tim Khusus telah merekomendasikan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, langkah pastoral yang telah dilakukan oleh MSH, kiranya terus dilakukan untuk menemukan kejujuran dari yang bersangkutan tentang pemanfaatan uang tersebut. Kedua, yang bersangkutan dalam hal ini Ance Lobo harus mengganti uang tersebut sesuai dengan surat yang ditandatanganinya. Selain itu, berdasarkan aturan dalam Tata GIMIT tentang disiplin karyawan, maka yang bersangkutan harus dipecat dari jabatannya dengan tidak hormat sebagai pemegang KSP. Dan segala hak melekat padanya tidak lagi menjadi tanggung jawab lembaga.

Namun sesuai keputusan Majelis Sinode GMIT Nomor:11/KEP/MS-GMIT/XXXVI/2013, tidak ada satupun sanksi diberikan kepada Ance Lobo yang telah menggelapkan dana jemaat yang cukup besar.

Masih menurut sumber yang sama, hasil keputusan rapat badan pengurus sinode, tidak ada satupun keputusan yang memberatkan Ance Lobo. Bahkan, agunan berupa sertifikat tanah yang telah diserahkan kepada Majelis Sinode Harian (MSH) telah dikembalikan kepada yang bersangkutan.

Hal ini membuat dirinya bertanya-tanya. Sebagai salah satu pendeta pada GMIT, dirinya sangat menyesalkan keputusan yang diambil Sinode GMIT tanpa sanksi tegas. “Dana yang dikumpulkan sinode merupakan dana milik jemaat yang dikumpulkan dengan susah payah, sehingga jika ada penggelapan dana seperti ini, maka yang bersangkutan harus ditindak. Atau bila perlu kasus ini direkomedasi ke jalur hukum untuk ditindaklanjuti,” kata sumber.

Baca Juga :  Kepastian Buwas Jadi Cagub Ada di Tangan Prabowo

Dia mengatakan, kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti oleh pihak Sinode GMIT. Jika kasus ini dibiarkan maka kejadian yang sama bisa saja terulang kembali.

Sementara itu, pihak Sinode GMIT yang coba dihubungi untuk klarifikasi, sepertinya sangat sulit dihubungi. Media ini coba beberapa kali melakukan konfirmasi dengan pihak Sinode, namun terkesan tidak mau memberikan komentar tentang masalah ini, lewat humas sinode, Leni Mansopu yang beberapa kali  ditemui, dia  hanya berjanji pada media ini, untuk bertemu dengan majelis sinode dan menjanjikan waktu untuk bertemu dengan majelis. Namun ketika media ini datang sesuai dengan waktu yang ditentukan, jawabannya selalu sama, yakni majelis sedang rapat atau sedang keluar.

Pada Jumat (17/1/2014) media ini sempat bertemu dengannya lagi dan dia berjanji akan menelepon pada pukul 12.00  ketika MS siap diwawancara. Namun siangnya sekitar pukul 15 Wita, Humas kembali menelepon bahwa yang hendak memberikan keterangan sudah pulang dan nanti dirinya bakal mengontak lagi. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada telepon maupun sms dari Humas Sinode. (nyongki)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button