Home / Sport / PNS TTU diduga suplayer kantor perpustakaan

PNS TTU diduga suplayer kantor perpustakaan

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

ilustrasi gedung perpustakaan sekolah di ttu

 

 

Moral-politik.com : Tindakan tidak terpuji diduga dilakoni oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Blasius Funome, pegawai kantor Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pasalnya Blasius dituding sebagai rekanan untuk pengerjaan pembangunan perpustakaan di SDK Manusasi, meski tidak didukung para guru setempat aktifitas pengerjaan sudah dikerjakan.

Mereka menuding oknum PNS nekat sebagai suplayer karena diduga ada intervensi dari oknum pejabat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) TTU, sehingga leluasa bisa bertindak sebagai rekanan bukan saja disekolah SDK Manusasi tapi juga disekolah lainnya.

Tak puas, sejumlah guru SD Katolik Manusasi, Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat, menolak untuk menandatanganani Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan ruang perpustakaan.

Sebab suplayer diduga telah diarahkan oleh oknum pejabat Dinas PPO. Kendati para guru belum membubuhkan tanda tangan RAB, tapi sudah berjalan pengerjaannya atas keinginan kepala sekolah, bendahara dan suplayer,bahkan sudah direalisasikan anggarannya untuk pembangunan perpustakaan.

Hal ini disampaikan Gustaf Kosat, guru kelas IV SDK Manusasi, diamini sejumlah guru lainnya saat ditemui di Eban, Selasa (7/1/).

“Kami belum tanda tangan surat kontrak kerja karena suplayer itu titipan orang Dinas.Kami guru-guru tidak mau bertanggung jawab lagi, itu urusan kepala sekolah, bendahara dan suplayer,” jelas Kosat.

Kosat mengaku keterlibatan oknum PNS kecamatan sebagai suplayer sangat jelas karena adanya intervensi dari oknum pejabat di Dinas PPO TTU, sehingga yang bersangkutan bebas  untuk mengatur proyek di wilayah Miomaffo Barat, termasuk SDK Manusasi.

“Proyek ini hanya nama saja sebagai swakelola tapi faktanya ada orang di Dinas PPO, Pak Servinus Tefa yang atur semua suplayer. Bahkan dia pernah mengancam kalau dari sekolah tidak kasih kepada Blasius Funome untuk kerja perpustakaan, ke depannya sekolah kami tidak akan dapat tambahan gedung baru lagi. Ungkapan disampaikan oleh kepala sekolah saat rapat dengan para guru,” ungkap Gustaf.

Baca Juga :  Diskursus Tiba-tiba Polisi Marak Tangkap Teroris

Padahal menurut Kosat, tahun sebelumnya saat rehab sekolah para guru, komite dan pihak aparatur desa terlibat herannya untuk proyek pembangunan perpustakaan tidak melibatkan komponen masyarakat.

Sementara Kepala SDK Manusasi, Agustinus Binsasi ketika dikonfirmasi membantah kalau pengerjaan proyek dikerjakan seorang PNS kecamatan. Dia menjelaskan proyek perpustakaan merupakan swakelola murni sehingga tidak dibenarkan kalau Blasius Funome sebagai suplayer.

“Tudingan itu tidak benar kemarin kami sudah bentuk panitia tapi ditunda beberapa hari ke depan,untuk disepakati suplayer,” tandasnya.

Kepsek Binsasi juga membantah adanya intervensi dari pihak dinas untuk mengakomodir oknum PNS kecamatan.

Hal sama diutarakan Blasius Funome,saat dikonfirmasi membantah tudingan para guru kalau dirinya yang mengerjakan proyek itu.Dia mengaku,hanya menggunakan jasa kendaraannya untuk mengangkut material.

“Maaf tudingan itu tidak benar kalau saya kerja proyek.Mereka  hanya pakai mobil saya untuk angkut  batu, pasir, semen,” tandasnya.

Sementara Bupati TTU Raymundus Fernandes,saat dikonfirmasi mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum PNS yang terbukti sebagai rekanan ataupun penyedia material untuk proyek.

“PNS tidak boleh jadi suplaer,kita masih tanya kebenarannya kalau benar terbukti maka pastinya akan diberikan sanksi tegas,” tandas Ray. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button