Home / Sport / Polda NTT dinilai terlalu dini amankan 52 TKI

Polda NTT dinilai terlalu dini amankan 52 TKI

Bagikan Halaman ini

Share Button

TKW3

 

Moral-politik.com : Tindakan Polda Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) dalam mengamankan 52 orang Tenaga Kerja Indonesia yang direkrut PT.Tri Saldy Bina Bersama, sikap tersebut dinilai terlalu dini.

Para TKI tujuan luar negeri itu diamankan Polda NTT lantaran diduga direkrut secara illegal, karena tidak memiliki dokumen lengkap. Polda NTT juga menilai ada tindakan perdagangan manusia (Trafficcing) terhadap 52 orang tersebut. Kepala Cabang PT. Saldy Bina Bersama Kupang, Deky Lemabi sudah ditahan di Polda NTT.

“Polda NTT bertindak prematur dan diskriminasi, karena kami masih lakukan seleksi calon TKI, tapi menurut Polda itu trafficcing,” kata Jony yang adalah kolega Deky Lamabi kepada wartawan di Kupang, Rabu (29/1/2014).

Masih banyak PJTKI ilegal lain, kata dia, yang merekrut TKI namun pihak kepolisian tidak memprosesnya. Kendatipun benar kalau polisi berwenang menjalankan tugasnya jika ada pelanggaran dalam merekrut TKI, namun jangan pandang bulu.

Alasan Polda NTT, sebut dia, mengamankan 52 orang tersebut karena tidak memiliki dokumen adalah alasan yang tidak tepat. Sebab, para calon TKI masih dalam proses seleksi, sehingga jika dinilai ada unsur trafficcing maka sangat keliru.

Dia menjelaskan, dalam proses seleksi pihak perusahaan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 350 ribu per orang. Proses seleksi masih panjang, tetapi polisi sudah melakukan pengamanan sehingga pihak perusahaan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

“Kami baru beroperasi di Kupang beberapa bulan lalu, tapi Polda NTT langsung ganggu sehingga kami akan lakukan pra peradilan terhadap Polda NTT,” tegasnya.

Saat ditanya daerah asal 52 calon TKI yang direkrut, dia mengatakan, tidak tahu karena baru saja beroperasi di NTT. Dikatakan, wajar jika ada kesalahan administrasi dalam perekrutan TKI. Karena itu, sikap Polda NTT yang mengatakan ada unsur trafficcing adalah sangat tidak benar. (richo)

Baca Juga :  Kompolnas: Ada Pembohongan Publik Terkait Aiptu Labora

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button