Home / Sport / Polemik PDAM bisa berakhir Februari mendatang

Polemik PDAM bisa berakhir Februari mendatang

Bagikan Halaman ini

Share Button

6ilustrasi

 

Moral-politik.com : Polemik PDAM Kabupaten Kupang antara Kabupaten Kupang dan Pemerintah Kota Kupang yang hingga saat ini seolah tak berujung, sepertinya bisa berakhir jika pertemuan antara Pemkab dan Pemkot sesuai rencana akan dimediasi gubernur pada bulan Februari mendatang jadi dilaksanakan. Sebab, apapun keputusan yang disampaikan Gubernur NTT nantinya, akan diterima Pemerintah Kota Kupang dengan lapang dada.

“Kami siap menerima keputusan yang ditetapkan oleh gubernur NTT. Namun dalam pertemuan itu saya yakin gubernur akan menyetujui rencana kerjasama pengelolaan PDAM antara pihak pemkot dan pemkab,” kata Walikota Kupang Jonas Salean kepada Moral-politik.com di Kantor Walikota Kupang, Selasa (28/01/14).

Menurut Jonas, dalam pertemuan tersebut sangat diharapkan ada kesepakatan soal kerjasama yang sempat diajukan oleh Pemerintah Kota Kupang dari 21 titik sumber air yang dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten Kupang.

“Pihak pemerintah tidak berencana mengambil alih pengelolaan PDAM Kabupaten Kupang. Kami hanya ingin mengajukan kerjasama. Jika pihak kabupaten keberatan dengan nominal yang kami ajukan sebesar Rp 1000/meter kubik bisa dinegosiasi ulang. Itu bukan harga wajib yang harus dipenuhi oleh pihak pemkab. Kalau mereka keberatan mari bicarakan lagi,” ujar Jonas.

Dia menambahkan, jika dalam pertemuan tersebut pihak kabupaten tetap bersikeras tidak mau bekerja sama dan menolak keputusan yang terjadi pada pertemuan bersama gubernur, maka dirinya akan mengumpulkan semua RT dan RW yang ada di Kota Kupang, dan meminta kepada mereka agar mengumumkan kepada masyarakat Kota Kupang agar jangan membayar tagihan air dari PDAM kabupaten Kupang. Tarif yang diberlakukan oleh PDAM merupakan tarif berdasarkan perda dari Kabupaten Kupang.

“Masa perda dari kabupaten Kupang bisa berlaku di Kota Kupang. Selama ini, meskipun air tidak jalan masyarakat Kota Kupang tetap membayar tagihan yang cukup besar kepada pihak PDAM. Kalau mereka mau putuskan sambungan silahkan saja. Masyarakat Kota Kupang juga tidak selalu bergantung pada PDAM Kabupaten Kupang, tetapi kebutuhan air didapat lewat pesanan mobil tangki air,” ujar Jonas. (nyongki)

Baca Juga :  Rencana Aksi Mogok Perajin Tahu Tempe Dibatalkan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button