Home / Sport / Polsek Bena bekuk gembong pencuri sapi

Polsek Bena bekuk gembong pencuri sapi

Bagikan Halaman ini

Share Button

6ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Aparat kepolisian di Polsek Bena kembali membekuk gembong pencurian sapi di Polsek Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang selama 20 tahun tak terungkap. Penangkapan pelaku pencurian sapi di wilayah Bena dan Kualin tersebut dilakukan aparat kepolisian setempat, belum lama ini.

Hal ini disampaikan Kapolsek Bena, Iptu. Marten Issu yang dihubungi wartawan pertelepon, Sabtu (4/1).

Ia mengatakan, pihaknya menangkap empat orang pelaku pencurian sapi di wilayah tersebut. Menurutnya, keempat orang pelaku yang ditangkap tersebut meliputi dua orang asal Kecamatan Kualin sedangkan dua orang lainnya adalah warga Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan.

Dikatakannya, usai ditangkap keempat terseangka sudah ditahan di Mapolsek Bena dan sejak 31 Desember 2013 lalu pihaknya telah menitipkan keempat orang tersangka di Rutan Oetimo Soe sambil menunggu proses penyidikan lebih lanjut.

“Para pelaku di antaranya Yosias Taek dan anak kandungnya Yusuf Taek adalah warga Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan sedangkan dua TSK lainnya yakni Andreas Tefa dan Soleman Benu keduanya warga desa Toineke kecamatan kualin,” sebutnya.

Diceritakan, kejadian berawal sekitar pukul 24.00 wita, waktu persiapan malam Natal (24/12). Dimana sebelumnya kedua pelaku lainnya, Yosias Taek dan anak kandungnya Yusuf mengawasi pemilik sapi yang pada sore itu, sebelum kejadian sementara mengikat sapi tersebut terpisah dari induknya di kandang.

Keesokan harinya, sebelum masuk ibadah Natal, korban hendak melihat sapinya. Namun setibanya di kandang, ternyata sapi tersebut sudah tidak ada sudah di curi para pelaku, sedangkan induk dari sapi tersebut berteriak keliling di sekitar luar pagar kandang.

Beruntung pemilik sapi masih berusaha mengikuti jejak sapi hingga menemukan sapi tersebut di salah satu kandang di pinggir sungai Noemuke, sehingga kemudian korban berusaha mempertanyakan keberadaan sapi miliknya itu di warga sekitar hingga kemudian menemukan keberadaan para pelaku. Korban langsung lapor dan saat itu juga anggota langsung turun menjemput para pelaku di desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan.

Baca Juga :  PAW Tujuh Anggota DPRD Kota Kupang Menunggu Proses

Sementara itu pemilik sapi, Yusuf Sete didampingi anaknya Bernadus Sete ketika di temui wartawan di TKP di Oebelo, Sabtu (4/1) kemarin, mengatakan bahwa aksi pelaku utama Yosias Taek sudah berlangsung sekira 20 tahun lebih namun belum pernah terbukti agar pelaku di tangkap, namun kali ini mungkin jalan Tuhan sehingga akhirnya pelaku dan jaringanya di tangkap. Pelaku juga tidak memiliki tempat tinggal yang jelas, dia selalu berpindah-pindah tempat di hutan bersama 12 orang anaknya dan tidak jelas kegiatannya.

Yusuf Sete lebih jauh mengatakan, dengan dibekuknya pelaku pencurian tersebut akan membuat lingkungan tempat tinggal mereka akan menjadi lebih aman dam masyarakat akan tidak resah lagi dengan keselamatan hewan ternak mereka. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button