Home / Sport / Polsek Nunpene rekonstruksi kasus pencurian kambing

Polsek Nunpene rekonstruksi kasus pencurian kambing

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

 

 

Moral politik.com : Kepolisian Sektor (Polsek) Miomaffo Timur, melakukan rekonstruksi terhadap dugaan kasus pencurian ternak kambing di desa Jak, Kecamatan Miomaffo Timur. Pelaku  Tarsisius Fios, yang juga asal wilayah desa Jak, nekat  melakukan  aksinya  pada hari raya Natal 25 Desember 2013.

Mau dibilang aksi pencurian cukup  meresahkan warga di tiga desa yakni Desa Jak, Desa Tun’noe dan Desa Tuntun lantaran sudah berulangkali terjadi, sehingga Polisi memilih untuk melakukan  rekonstruksi sekedar untuk membuat efek jerah kepada pelaku.

Kendati sebelumnya sempat diragukan keamanan proses reka ulang, sebab ada sikap emosional dari warga, karena pelaku orang yang sama  tapi semua tahapan proses berlangsung aman hingga selesai melibatkan semua pemeran inti.

Hal ini disampaikan Kapolres TTU, I Gede Mega Suparwitha melalui Kapolsek Miomaffo Timur, Iptu Damasius Wahang, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Sabtu (18/1/2014).

Wahang menuturkan, pelaku Tarsisius sebelumnya menjalani hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Kefamenanu, karena terbukti melakukan aksi pencurian sapi diwilayah yang sama, bersama sejumlah rekan lainnya. Kini lagi-lagi Tarsisius mantan narapidana itu kembali melakukan aksi pencurian, sehingga setelah ada laporan korban, polisi menindaklanjuti pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata dan langsung menahan pelaku.

“Selama ini warga mengeluh karena ternaknya hilang. Nah setelah kita telusuri laporan warga ternyata pelaku orang yang sama. Dia (Trasisius) pernah ditahan karena kasus pencurian sapi bersama pelaku lain yang juga dari Desa Jak,”tandas Wahang.

Mantan Kapolsek Noemuti ini menuturkan, aksi pencurian selama ini dilakukan berkelompok, sehingga sejumlah oknum  sudah dikantongi polisi karena diduga terlibat melancarkan aksi pencurian di tiga desa tersebut.

Dia menuturkan, kasus pencurian kambing awalnya ingin diselesaikan secara adat di tingkat desa, tapi korban dan warga lainnya menolak sehingga langsung lapor ke Polisi karena sudah banyak ternak sapi, babi dan kambing yang selama ini hilang.

Baca Juga :  Meski pekerjaan rampung, 10 kontraktor bakal ‘gigit jari’

“Kita terima laporan tanggal 3 Januari lalu, sehingga kita tindaklanjuti proses pemeriksaan saksi. Saat itu juga pelaku kita jemput dan ditahan,” tandasnya.

Berkas pemeriksaan terhadap dugaan kasus pencurian, menurut Wahang  sudah rampung, tinggal saja dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kefamenanu, untuk ditindaklanjuti jika berkasnya sudah dinyatakan p21  maka barang bukti termasuk tersangka diserahkan ke Kejari Kefamenanu untuk disidangkan. Pelaku dijerat pasal  363 huruf  1e KUHP tentang tindakan  pencurian, ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Sekedar tahu, aksi pencurian berlangsung saat malam hari raya Natal, sekitar pukul 20.00 wita. Saat itu pemilik ternak kambing Kristoforus Kolo, sibuk dirumah duka. Sekitar pukul 04.00 pemilik ternak Kristoforus bersama keluarga lain menuju rumahnya untuk menyembelih kambing tersebut, sayangnya ketika tiba, kambing piaraan sudah tidak ada.

Ternak kambing piaraan itu ditemukan kembali setelah sang pemilik ternak Kristoforus mengunjungi rumah Yakobus Bana dan  mengaku kalau membeli kambing dari Tarsisius Fios. Tak puas pemilik ternak langsung melaporkan peristiwa ke Polsek Miomaffo Timur. (lima)

Pencarian Terkait:

  • narapidana rutan kefamenanu

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button