Home / Sport / Proyek jalan lingkar selatan Rote Ndao diduga bermasalah

Proyek jalan lingkar selatan Rote Ndao diduga bermasalah

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

 

Moral-politik.com : Proyek jalan lingkar selatan Kabupaten Rote Ndao diduga bermasalah. Semula, proyek itu direncanakan 30 Km dari Desa Koli, Kecamatan Rote Tengah sampai ke Desa Batu Lilok, Kecamatan Pantai Baru, namun yang dikerjakan hanya sekitar tujuh kilo meter.

Untuk diketahui, ruas jalan sepanjang 30 Km dengan lebar 6 meter itu dikerjakan oleh PT. Waskita Karya dengan pagu anggaran sebesar Rp26 miliar lebih dari APBD II Rote Ndao yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2008.

“Awalnya jalan itu direncakan dari Lole sampai Bokai 30 Km meter dengan lebar 6 meter hotmix, tetapi dikerjakan hanya panjang 7 Km dan lebar sekitar 3 meter,” kata salah seorang sumber wartawan di sekitar lokasi itu, Kamis (16/1).

Masih menurut sumber tersebut, kuat dugaan kalau pekerjaan jalan itu tidak selesai karena anggaran dipakai pihak tertentu untuk suksesi pemilihan kepala daerah kabupaten Rote Ndao.  Akibatnya, proyek tidak selesai karena dananya dipakai untuk suksesi Pilkada.

Humas PT. Waskita Karya, yang dihubungi wartawan pertelepon mengemukakan terjadi perubahan kontrak sebelum proyek itu selesai. Akibat terjadi perubahan kontrak, maka terjadi perubahan pada volume pekerjaan dan anggaran.

“Ada kontrak awal tetapi karena ada adendum maka terjadilah perubahan volume pekerjaan dan anggaran,” kata Arnol, Kamis (16/1).

Ia mengakui anggaran untuk proyek tersebut sebesar Rp 26 miliar. Sedangkan untuk panjang jalan dia mengaku tidak tahu persis.

Menurut dia, jika panjang  jalan 30 Km maka pagu anggaran pasti lebih dari Rp 26 miliar. “Anggaran memang benar Rp 26 miliar tapi panjang saya tidak ingat,” katanya.

Dikatakan, memang benar hotmix hanya sebagian jalan tersebut, namun sisanya yang tidak hotmix itu dibuat perkerasan sampai selesai dengan lebar sekitar 4 meter.

Baca Juga :  Camat Kelapa Lima: Warga Kurang Sadar Urus E-KTP

“Kalau ada yang bilang lebar dikurangi itu tidak benar,” kata Arnol.

Disinggung soal dugaan kalau sebagian besar anggaran dipakai untuk suksesi di Rote Ndao, Arnol mengatakan tidak tahu. Alasannya, Waskita Karya hanya bekerja dan proyek itu tidak bertendensi politik. Selain itu, secara teknis diketahui oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Rote Ndao.

“Teknisnya kami tidak tau, dan yang tau semua di Dinas PU Rote Ndao,” ujarnya.

Ia menambahkan, terjadi perubahan jarak atau panjang jalan karena ada perubahan volume sehingga muncul adendum. Adendum bukan soal waktu, tetapi adendum untuk volume dan harga. Artinya, batas waktu pkerjaan tetap disesuaikan dalam kontrak kerja, tetapi terjadi perubahan pada volume pekerjaan dan harga. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button